Minggu, 24 Zulhijjah 1440 / 25 Agustus 2019

Minggu, 24 Zulhijjah 1440 / 25 Agustus 2019

Hadapi Pemilu 2019, Bupati Bandung Imbau Tetap Kondusif

Selasa 06 Nov 2018 15:40 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Friska Yolanda

Bupati Bandung H Dadang M Naser memberikan arahan kepada Tim Satgas Saber Pungli di Gedung Mohamad Toha, Kabupaten Bandung, Kamis (22/12).

Bupati Bandung H Dadang M Naser memberikan arahan kepada Tim Satgas Saber Pungli di Gedung Mohamad Toha, Kabupaten Bandung, Kamis (22/12).

Foto: Gunadi PM/REPUBLIKA
Partisipasi masyarakat diharapkan meningkat.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Bupati Bandung Dadang M Naser meminta seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Bandung untuk tetap kondusif dan menjaga keamanan selama proses penyelenggaraan pemilu 2019. Tidak hanya itu diperlukan koordinasi yang lebih baik sehingga diharapkan pelaksanaan pemilu bisa berjalan dengan tertib, aman dan damai.

“Sinergitas pemerintah, TNI, Polri dan seluruh masyarakat dibangun untuk mewujudkan kondisi yang kondusif. Saya harap sinergitas ini bisa terbangun mulai dari tingkat desa, unsur pelaksana Koramil, Bhabinkamtibmas, hingga ke masyarakat,” ujarnya saat melakukan rapat koordinasi, Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (6/11).

Menurutnya, pihaknya mendorong agar para camat, danramil dan kapolsek memberikan pembinaan dan sosialisasi tentang pemilu kepada masyarakat. Tidak hanya itu, pemerintah, TNI dan Polri harus bisa melakukan deteksi dini terhadap berbagai potensi masalah-masalah yang akan mengganggu pelaksanaan pemilu mendatang.

Ia menuturkan, pemilih di Kabupaten Bandung sangat tinggi dan dinamis. Diperlukan kepekaan untuk mengantisipasi agar tidak terjadi masalah di wilayah Kabupaten Bandung saat pemilu mendatang.

Kepala Badan Kesbangpol, Iman Irianto mengatakan rapat koordinasi yang dilakukan antara pemerintah, TNI dan polri bertujuan untuk mengantisipasi deteksi terhadap potensi permasalahan yang kemungkinan terjadi. “Kita kumpul, kita samakan persepsi, aturan mainnya seperti apa (untuk pemilu),” ungkapnya. 

Pemilih di Kabupaten Bandung terbesar kedua di Indonesia setelah Kabupaten Bogor, yaitu sebanyak 2,3 juta jiwa. Bandung memiliki tempat pemungutan suara (TPS) terbanyak di Indonesia untuk tingkat kabupaten sebanyak  10.338 TPS.

Pihaknya terus menyosialisasikan tentang pemilu yang akan dilaksanakan pada 17 April 2019 mendatang ke tujuh daerah pemilihan (dapil). Termasuk, memberitahukan tentang lima surat suara yang harus dipahami masyarakat saat menggunakan hak pilihnya.

Dirinya mengatakan saat pemilihan Gubernur Jawa Barat 2013, partisipasi masyarakat Kabupaten Bandung mencapai 68 persen. Pada 2018, partisipasinya naik menjadi 76 persen. Diharapkan pada pemilu 2019 mendatang angka partisipasi memilih tersebut bisa terus meningkat.

Baca juga, Waketum: Yusril Jadi Pengacara Jokowi, PBB Baik-Baik Saja

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA