Kamis, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Kamis, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Lulusan SMK Masih Dominasi Pengangguran di Jatim

Selasa 06 Nov 2018 14:06 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Esthi Maharani

Para pencari kerja

Para pencari kerja

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Masih terjadi permasalahan antara tawaran tenaga kerja dan tenaga kerja yang diminta

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Badan Pusat Statistika (BPS) Jawa Timur mencatat, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Timur pada Agustus 2018 sebesar 3,99 persen, mengalami penurunan 0,01 poin dibanding TPT Agustus 2017 sebesar 4,00 persen. Kepala BPS Jatim Teguh Pramono mengungkapkan, TPT adalah indikator yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat penawaran tenaga kerja yang tidak digunakan atau tidak terserap oleh pasar kerja.

Teguh menjelaskan, jika dilihat dari tingkat pendidikan yang ditamatkan pada Agustus 2018, TPT untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih mendominasi diantara tingkat pendidikan yang lain. Kemudian TPT tertinggi berikutnya terdapat pada lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar 6,31 persen.

"Dengan kata lain, masih terjadi permasalahan titik temu antara tawaran tenaga kerja lulusan SMK/SMA di Jawa Timur dengan tenaga kerja yang diminta di pasar kerja," kata Teguh di Surabaya, Selasa (6/11).

Sebaliknya, TPT terendah terdapat pada pendidikan SD kebawah sebesar 1,67 persen. Rendahnya TPT pedidikan SD ke bawah, kata Teguh, tiada lain karena penduduk dengan pendidikan rendah cenderung menerima tawaran pekerjaan apa saja.

Meski demikian, lanjut Teguh, dibandingkan Agustus 2017, TPT lulusan Universitas dan SD kebawah mengalami kenaikan, masing-masing sebesar 1,18 poin dan 0,01 poin. Sedangkan untuk pendidikan yang lain mengalami penurunan.

Teguh melanjutkan, berdasarkan daerah tempat tinggal, TPT di daerah perkotaan Jawa Timur lebih tinggi dibandingkan TPT di daerah perdesaan. Pada Agustus 2018, TPT perkotaan sebesar 4,64 persen, sedangkan TPT perdesaan sebesar 3,31 persen.

Meski TPT perkotaan konsisten lebih tinggi dibandingkan TPT perdesaan, namun dibandingkan setahun lalu, TPT di daerah perkotaan Jawa Timur pada Agustus 2018 mengalami penurunan sebesar 0,06 poin. Sebaliknya, TPT perdesaan justru mengalami peningkatan sebesar 0,04 poin.

Teguh menjelaskan, Struktur penduduk bekerja menurut lapangan pekerjaan pada Agustus 2018 masih didominasi oleh tiga lapangan pekerjaan utama. Yaitu Pertanian sebesar 32,49 persen, Perdagangan sebesar 18,08 persen, dan Industri Pengolahan sebesar 15,88 persen.

Teguh menambahkan, dari seluruh penduduk Jawa Timur yang bekerja pada Agustus 2018 status pekerjaan utama yang terbanyak sebagai buruh/karyawan/pegawai sebanyak 34,63 persen. Kemudian diikuti berusaha dibantu buruh tidak tetap (18,43 persen), dan berusaha sendiri (16,32 persen).

"Sementara penduduk yang bekerja dengan status berusaha dibantu buruh tetap memiliki persentase yang paling kecil yaitu sebesar 3,45 persen," kata Teguh.

Teguh menjelaskan, jumlah angkatan kerja di Jawa Timur pada Agustus 2018 sebanyak 21,30 juta orang, naik 0,36 juta orang dibanding Agustus 2017. Dalam hal ini, komponen pembentuk angkatan kerja adalah penduduk bekerja dan pengangguran.

Pada Agustus 2018, lanjut Teguh, sebanyak 20,45 juta orang penduduk di Jawa Timur bekerja sedangkan sebanyak 0,85 juta orang menganggur. Dibanding setahun yang lalu, jumlah penduduk bekerja bertambah 0,35 juta orang dan penganggur bertambah 0,01 juta orang.

Sejalan dengan naiknya jumlah angkatan kerja, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) di Jawa Timur juga meningkat. TPAK pada Agustus 2018 tercatat sebesar 69,37 persen, meningkat 0,59 poin dibanding setahun yang lalu. Kenaikan TPAK ini, lanjut Teguh, memberikan indikasi adanya kenaikan potensi ekonomi dari sisi pasokan tenaga kerja.

Teguh mengungkapkan, berdasarkan jenis kelamin, masih terdapat perbedaan mencolok diantara TPAK laki-laki dan TPAK perempuan. Pada Agustus 2018, TPAK laki-laki sebesar 83,96 persen sedangkan TPAK perempuan hanya sebesar 55,43 persen.

"Dibandingkan dengan kondisi setahun yang lalu, TPAK Laki-laki dan perempuan masing-masing meningkat sebesar 0,11 poin dan 1,06 poin," ujar Teguh.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA