Monday, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Monday, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Ekonomi Kreatif Mulai Tumbuh Pesat di Sukabumi

Ahad 04 Nov 2018 23:05 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Elba Damhuri

Salah satu toko busana Muslim (ilustrasi).

Salah satu toko busana Muslim (ilustrasi).

Foto: Republika/Aditya Pradana Putra
Pembangunan infrastruktur akan mendorong makin pesatnya ekonomi kreatif.

REPUBLIKA.CO.ID  SUKABUMI -- Ekonomi kreatif di Kota Sukabumi mulai berkembang dengan pesat. Salah satu indikator atas fenomena ini dengan banyaknya bermunculan wirausaha baru yang bergerak di berbagai bidang ekonomi kreatif.

Sektor ekonomi kreatif di Kota Sukabumi yang berkembang pesat adalah fashion dan kuliner. Keberadaanya terus bermunculan di Kota Sukabumi terutama di sepanjang jalan protokol di kota tersebut.

‘’Kami mendorong bagaimana ekonomi kreatif tumbuh khususnya dari kalangan anak muda Sukabumi,’’ ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi di sela-sela peresmian butik pakaian di Jalan RE Martadinata Kota Sukabumi, Sabtu (4/11). Sebelumnya pada beberapa hari lalu wali kota juga meresmikan sebuah café kuliner.

Maraknya pembukan gerai fashion dan kuliner ini, kata Fahmi, menunjukkan Sukabumi sebagai lokasi yang strategis dalam berbagai usaha ekonomi kreatif. Di Sukabumi banyak anak muda yang menjadi sasaran dari pemasaran kedua produk ekonomi tersebut.

Fahmi menerangkan, perkembangan ekonomi kreatif ini akan semakin meningkat seiring dengan percepatan pembangunan infrastruktur yang masuk ke Sukabumi. Misalnya, pembangunan jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), rel ganda kereta api (KA) Sukabumi-Bogor, dan pembangunan bandara di Cikembar Sukabumi.

Potensi perkembangan wilayah itu, lanjut Fahmi, harus mendorong lahirnya ekonomi kreatif dari kalangan anak muda. Pemkot akan memberikan dukungan pada pengembangan usaha ekonomi yang digerakkan generasi muda. Misalnya, dengan mempermudah akses untuk membuka usaha yang sesuai dengan bidang keahlian para pemuda.

Pemerintah daerah juga, lanjut Fahmi, mengajak orangtua untuk mengajarkan ekonomi kreatif kepada anak-anak. Dengan begitu, sudah sejak dini mereka dikenalkan mengenai ekonomi kreatif.

Terlebih, lanjut Fahmi, ekonomi kreatif begitu luas cakupannya. Di sisi lain kreativitas juga dibutuhkan dalam penyelesaiaan berbagai bidang. Misalnya, dalam penyelesaian bidang kedinasan maupun kenegaraan.

Salah seorang pelaku ekonomi kreatif yang membuka gerai fashion M Dadan Sofian mengatakan, ia membuka gerai pakaian karena di Sukabumi cukup pesat perkembangan ekonomi kreatifnya. ‘’Pemerintah juga memberikan dorongan dan fasilitasi yang baik,’’ tambah dia.

Menurut Dadan, produk lokal yang berasal dari tangan kreatif asal Sukabumi tidak kalah bersaing dengan daerah lainnya. Keberadaanya bisa bersaing karena memiliki kualitas yang cukup baik.

Dadan menerangkan, untuk menarik minat warga membeli pakaian di gerainya ia menawarkan promosi secara gencar, khususnya kepada kalangan generasi muda yang menjadi sasaran. Sebabnya mereka tertarik dengan model pakaian yang terbaru dan menarik.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES