Kamis, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Kamis, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Empat Wilayah di Sigi Kembali Terisolasi

Jumat 26 Okt 2018 19:14 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Andi Nur Aminah

Sebuah sepeda motor melintas di ruas jalan Trans Kulawi Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah yang sempat terputus karena longsor, Rabu (10/10).

Sebuah sepeda motor melintas di ruas jalan Trans Kulawi Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah yang sempat terputus karena longsor, Rabu (10/10).

Foto: Darmawan / Republika
Terjadi hujan deras di Sulteng yang menyebabkan material di lereng longsor.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat empat kecamatan di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, yang awalnya sudah bisa ditembus, kini kembali terisolasi karena tertimbun longsor. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, awalnya daerah-daerah itu bisa ditembus karena jalannya dibersihkan dari longsor. Tetapi semenjak beberapa hari lalu, terjadi hujan deras di Sulteng yang menyebabkan material di lereng kemudian longsor dan menutup jalan.

"Ini membuat empat kecamatan terisolir di Sigi yaitu Kecamatan Lindu, Kolawi, Kolawi Selatan, dan Titikor. Tempat-tempat itu berada di bawah tebing, akibatnya jalannya masih tertutup longsor dan tidak bisa ditembus jalan darat," ujarnya saat Konferensi Pers Update Penanganan Bencana Gempa dan Tsunami di Sulawesi Tengah, di Graha BNPB, di Jakarta Timur, Jumat (26/10).

Karena itu, dia melanjutkan, BNPB melakukan dropping bantuan untuk masyarakat maupun evakuasi relawan dengan mengoperasikan helikopter MI-8 yang mampu mengangkut beban hingga lima ton. Ia mengaku helikopter tersebut setiap hari hilir mudik memberikan bantuan.

"Sejak hari pertama kami berikan bantuan dan sampai saat ini terus mengarahkan bantuan dropping bantuan khususnya daerah-daerah yang terisolir. Penanganan material juga dilakukan," katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA