Wednesday, 11 Syawwal 1441 / 03 June 2020

Wednesday, 11 Syawwal 1441 / 03 June 2020

Kafeela, Inspirasi dari Empat Perancang Muda Yogyakarta

Selasa 16 Oct 2018 17:57 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Yusuf Assidiq

Sesi bincang-bincang di Jogja Halal Fest 2018 yang menghadirkan Kafeela, empat perancang busana Muslim asal Yogyakarta.

Sesi bincang-bincang di Jogja Halal Fest 2018 yang menghadirkan Kafeela, empat perancang busana Muslim asal Yogyakarta.

Foto: Dokumen.
Syiar tentang bisnis halal dapat dilakukan banyak sektor.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Belum banyak yang mengenal siapa Kafeela. Padahal, Kafeela terdiri dari mereka yang nama-namanya sudah kenamaan dan kerap memberikan inspirasi, khususnya sebagai perancang-perancang busana Muslim.

Kafeela, merupakan kumpulan empat perancang busana muda asli Yogyakarta, yang sama-sama mencintai batik. Terdiri dari Mudrika Paradise, Iffah M Dewi, Luffi Vadisa, dan Wening Angga.

Mereka turut hadir di salah satu sesi bincang-bincang Jogja Halal Fest di Jogja Expo Center lalu. Syiar tentang bisnis halal dapat dilakukan banyak sektor jadi tujuan utama mereka.

Penamaan Kafeela merupakan singkatan dari empat nama perancang itu sendiri. Selain itu, Kafeela berasal dari kata 'kafilah' yang pada zaman Rasulullah SAW dikenal sebagai rombongan dagang.

Sayyidah Khadijah yang berjuang melalui ekonomi, menjadi sosok inspirasi mereka. Harapannya, apa yang mereka lakukan bisa menapaki kesuksesan jejak Khadijah, baik secara bisnis maupun prinsip keislaman.

Pada kesempatan itu, Kafeela membahas beberapa hal tentang bisnis busana Muslim mengangkat tema Exploring Fashion Muslim Bussiness. Empat kepala tentu memberikan sudut pandang berbeda.

Mudrika Paradise mengupas How to Create a Fashion Collection Concept Ideas, What, Where and How of Luvia Ready to Wear Production dari Luffi Vadisa, How to Manage Customixe Fashion Line dari Wening, dan Instagram Marketing for Muslim Fashion Brand dari Iffah M Dewi.

Salah satu tips yang Mudrika bagikan yaitu dengan memprioritaskan kualitas cutting dan jahitan. Lalu, memadukan warna grayscale, dan dengan styling yang sederhana tapi tidak pasaran.

"Setelah itu bisa terlewai dengan baik lakukan langkah-langkah berikutnya dengan memadukan warna yang lebih kontras, jangan terburu-buru," kata Mudrika.

Menurut Mudrika, plagiasi dalam bisnis busana tidak dapat dihindari karena mengambil inspirasi orang lain dinilai lumrah. Apalagi, banyak perancang yagn masih mencari jati diri.

Belum lagi, batas antara plagiasi dan terinspirasi terbilang bias, tapi bisa dilihat dari detail. Selain itu, Mudrika memaparkan tahapan-tahapan dalam mendesain mulai dari mencari inspirasi samapi menerjemahkan ke unsur mode.

Tidak lupa ia menekankan pentingnya berinovasi. Caranya, jeli terhadap minat pasar, berwawasan luas dalam produk, perbanyak referensi, produk yang harus memiliki keunggulan, dan berbeda dengan yang lain.

"Serta, yang terpenting harus berlari dalam berinovasi, jangan berhenti," ujar Mudrika.

Luffi Vadisa, banyak membahas bagaimana memulai dan menariknya usaha ready stok yang transaksinya cepat. Berbeda dengan pre-order, sistem ini perancang banyak diuntungkan karena produksi tidak rumit.

Mulai mempersiapkan ukuran s-xl, dan transaksi sudah bisa langsung selesai. Ia mengingatkan, penerapan sistem itu tidak boleh terburu-buru mempersiapkan stok yang banyak, karena lebih baik dilakukan bertahap.

"Jika permintaan pasar masih baik, lakukan restock, hindari risiko dengan adanya stok yang tertumpuk terlalu banyak," kata Luffi.

Wening Angga yang menapaki usaha seperti toko-toko retail, mengingatkan soal pentingnya manajemen yang baik dan sistem yang kuat. Itu bertujuan agar perusahaan dapat berjalan lancar dan semestinya.

Hal ini yang dirasa banyak mengalami kesalahpahaman karena banyak dianggap mudah dan dinilai mudah dikendalikan. Terlebih jika perusahaan itu masih pemula dan belum berumur lama.

"Padahal, sistem manajemen itu tidak harus berada pada posisi perusahaan baru, justru manajemen diperlukan semenjak perusahaan baru tersebut berdiri," ujar Wening.

Terakhir, ada Iffah M Dewi yang banyak membagikan pengalaman penjualan secara daring, khususnya media sosial Instagram. Iffah menuturkan tahapan teknis soal waktu yang tepat memposting produk.

Selain itu, tips-tips menaikkan pengikut, kegunaan-kegunaan tagar, pemahaman Instagram ads, dan lain-lain. Salah satunya tipsnya, tentang jarak postingan satu dengan postingan lain yang minimal satu jam.

"Untuk video, kita bisa siapkan tiga versi yaitu Instagram durasi 60 detik, status WA durasi 30 detik dan Instagram Story durasi 15 detik," kata Iffah.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA