Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Polisi Selidiki Keterlibatan Manusia Sebabkan Banjir Sumbar

Ahad 14 Oct 2018 01:06 WIB

Red: Nur Aini

Banjir bandang/ilustrasi

Banjir bandang/ilustrasi

Foto: Antara
Banjir bandang menerjang Kabupaten Tanah Datar.

REPUBLIKA.CO.ID, TANAH DATAR -- Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Fakhrizal mengatakan akan menyelidiki keterlibatan manusia sehingga mengakibatkan banjir bandang yang memakan korban jiwa di Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar.

"Kita akan dalami, selain karena faktor alam, kita juga akan mendalami campur tangan manusia," katanya saat meninjau lokasi bencana banjir bandang di Nagari Tanjung Bonai, Sabtu (13/10).

Ia menyebutkan, selain faktor alam, faktor lain seperti keterlibatan manusia juga perlu diperhatikan. Sehingga pihaknya akan mendalami campur tangan manusia sehingga terjadi musibah yang merenggut nyawa manusia.

Pada musibah banjir bandang yang terjadi pada Kamis (11/10) itu, selain membawa lumpur, banjir juga membawa material kayu berukuran besar. Kayu-kayu berukuran besar tersebut menghantam permukiman dan warung warga bersamaan dengan datangnya banjir bandang. Dari musibah itu salah satu unit rumah dilaporkan hanya tinggal pondasi.

Ia menambahkan keberadaan alat berat juga sangat dibutuhkan untuk membersihkan lokasi bencana. Sementara saat ini hanya terdapat satu unit, sehingga dibutuhkan tambahan alat berat. "Kita tengah melakukan pembersihan dan saat ini baru ada satu alat berat di lokasi, minimal butuh 3 hingga 4 alat berat," ujarnya.

Sebelumnya, pada pukul 12.50 WIB, tim evakuasi kembali menemukannya satu dari dua korban yang dilaporkan hilang. Sehingga menambah angka korban meninggal dunia menjadi sebanyak lima orang.

Sementara itu, Bupati Tanah Datar, Irdinansyah Tarmizi menetapkan status tanggap darurat atas bencana tersebut selama tujuh hari yang terhitung mulai Kamis, 11 Oktober 2018. Selain itu, ia menginstruksikan untuk memprioritaskan evakuasi terhadap manusia, dimana dalam perkembangan terakhir masih terdapat korban yang belum ditemukan.

Selanjutnya, ia juga meminta untuk memanagement para relawan untuk membersihkan material banjir yang sanggup ditangani oleh tenaga manusia. Sementara untuk membersihkan material longsor yang besar ia meminta untuk memobilisasi alat berat.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA