Kamis, 9 Safar 1440 / 18 Oktober 2018

Kamis, 9 Safar 1440 / 18 Oktober 2018

Kebakaran Terjadi di Ruang Genset Gedung Dakwah Muhammadiyah

Jumat 12 Okt 2018 22:22 WIB

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Teguh Firmansyah

Kebakaran/ilustrasi

Kebakaran/ilustrasi

Foto: pixabay
Gedung secara keseluruhan dapat terselamatkan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Insiden kebakaran terjadi di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kota Bandung, Jumat (12/10) petang. Gedung yang terletak di Jalan Sukajadi, Kelurahan Sukabungah, Kecamatan Sukajadi itu dilalap si jago merah sekitar pukul 18.05 WIB.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung Kurnia Saputra menuturkan berdasarkan keterangan saksi mata kebakaran bermula saat padamnya listrik di lingkungan gedung pada pukul 15.30 WIB. Kemudian karyawan gedung menyalakan generator listrik di basement.

"Sekitar pukul 18.00 WIB api terlihat membesar. Karyawan gedung, karyawan BNI, dan Polisi sempat melakukan penanganan awal dengan menggunakan 10 tabung APAR dan air. Kemudian saksi memberitahu warga untuk melaporkan kejadian ke Emergency Call 022-113," kata Kurnia dalam laporannya.

Dalam kejadian tersebut bagian lantai dasar atau basement seluas 8 meter persegi terbakar. Setelah tiba di lokasi petugas berkoordinasi dengan pelapor dan aparat kewilayahan setempat. Petugas pun segera melakukan pendinginan dan pengecekan secara menyeluruh  pada area yang terbakar. "Penyebab kejadian diduga dari selang solar yang bocor," ujarnya.

Ia mengatakan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Gedung secara keseluruhan juga dapat terselamatkan serta 15 unit kendaraan roda emoat dan 20.unit kendaraan roda dua juga masih terselamatkan.

Atas kejadian ini, tim Diskar PB Kota Bandung  menurunkan dua unit pancar Mako Pusat, satu unit pancar UPT Utara, satu unit Rescue dan satu Unit Komando. Penanganan usai pada pukul: 18.50 WIB atau sekitar 25 menit waktu penanganan.

Petugas pun mengimbau kepada warga sekitar untuk pencegahan bahaya kebakaran agar menyediakan  APAR. Serta meminta agar warga menghubungi nomer darurat 113 dan memberikan informasi mengenai penanganan damkar tidak di pungut biaya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA