Wednesday, 8 Safar 1440 / 17 October 2018

Wednesday, 8 Safar 1440 / 17 October 2018

Tanah Datar Tetapkan Tanggap Darurat Selama Sepekan

Sabtu 13 Oct 2018 00:10 WIB

Red: Nidia Zuraya

Sejumlah warga melihat kondisi rumah yang rusak akibat banjir bandang di Nagari Tanjung Bonai, Lintau Buo, Kab.Tanah Datar, Sumatera Barat, Jumat (12/10).

Sejumlah warga melihat kondisi rumah yang rusak akibat banjir bandang di Nagari Tanjung Bonai, Lintau Buo, Kab.Tanah Datar, Sumatera Barat, Jumat (12/10).

Foto: Antara/McAeil
Banjir bandang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Tanah Datar

REPUBLIKA.CO.ID, BATUSANGKAR -- Bupati Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar) Irdinansyah Tarmizi menetapkan status tanggap darurat atas bencana banjir bandang yang melanda Kecamatan Lintau Buo Utara. Status tanggap darurat ini akan diebrlakukan selama tujuh hari, terhitung mulai Kamis (11/10) lalu.

"Status tanggap darurat ini akan diperpanjang apabila dibutuhkan," katanya dalam rapat mengenai tanggap darurat pascabanjir bandang di Lintau Buo Utara, Jumat (12/10).

Dalam rapat itu ia menginstruksikan untuk memrioritaskan evakuasi terhadap manusia, di mana dalam perkembangan terakhir masih terdapat dua korban yang belum ditemukan. Selain itu ia juga menginstruksikan pihak terkait untuk memperlancar jalur transportasi, sebab terdapat beberapa titik sebelumnya ikut terdampak oleh banjir bandang.

Selanjutnya ia juga meminta untuk mengatur sukarelawan kebencanaan guna membersihkan material banjir bandang dan longsor yang sanggup ditangani oleh tanaga manusia, sementara untuk membersihkan material longsor yang besar ia meminta untuk memobilisasi alat berat dan peralatan pendukung lainnya.

Kepada para korban sesegera mungkin diberikan bantuan, termasuk kegiatan trauma healing serta mengaktifkan dapur umum untuk menyediakan logistik. Selanjutnya, ia juga menginstruksikan OPD terkait untuk menghimpun kebutuhan-kebutuhan mendesak selama masa tanggap darurat dan mempercepat realisasi bantuan dengan posko yang berlokasi di Polsek Lintau Buo Utara.

Peninjauan kerusakan tidak hanya pada infrastuktur yang langsung terkena, namun termasuk pada efek bekerlanjutan dari rusaknya infrastuktur tersebut, seperti jaringan irigasi yang akan berdampak pada pengairan sawah masyarakat.

Ia menambahkan, hingga saat sekarang tim masih melakukan pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan dengan melakuan penyisiran pada aliran sungai yang diduga sebagai lokasi hanyutnya korban yang terbawa arus ketika banjir.

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Datar Thamrin mengatakan, saat ini akan dibuka dapur umum dan posko pengaduan di Kenagarian Tanjung Bonai sebagai kawasan terdampak bencana banjir bandang. "Korban selamat sekitar 14 orang dan telah dievakuasi, sementara 6 bangunan hunian, kedai dan rice milling mengalami kerusakan berat," katanya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA