Thursday, 9 Safar 1440 / 18 October 2018

Thursday, 9 Safar 1440 / 18 October 2018

Kepulan Asap Masih Terlihat di Gunung Ciremai

Jumat 12 Oct 2018 18:00 WIB

Rep: lilis sri handayani/ Red: Ani Nursalikah

Api membakar kawasan hutan pinus di Taman Nasional Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat, Rabu (3/10).

Api membakar kawasan hutan pinus di Taman Nasional Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat, Rabu (3/10).

Foto: Antara/Dedhez Anggara
Kondisi medan yang berbukit dan berbatu serta tumbuhan kering menjadi kendala.

REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN -- Kepulan asap akibat kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) Kabupaten Kuningan masih terlihat pada Jumat (12/10). Sejak pertama kali terbakar pada Ahad (30/9), luas lahan yang terbakar pun terus bertambah.

Baca Juga

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin, menjelaskan, pada Jumat (12/10) pukul 17.00 WIB, kepulan asap masih terlihat memanjang di sebelah selatan Panyusupan Batu Arca yang mengarah ke bawah/timur menuju Blok Bintangot Desa Seda Mandirancan.

"Kondisi medan yang berbukit dan berbatu, dengan dominasi tumbuhan alang-alang dan perdu yang mengering, menjadi kendala dalam upaya pemadaman. Apalagi arah angin juga berubah-ubah," kata Agus, Jumat (12/10).

Meski demikian, tim pemadam gabungan masih terus berupaya melakukan upaya pemadaman dengan penyerangan ke titik api. Langkah tersebut rencananya akan terus dilakukan sampai malam hari hingga keesokan harinya (Sabtu).

Api pertama kali diketahui berkobar pada Ahad (30/9) pukul 12.00 WIB dan diduga berasal dari Blok Erpah Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan. Api kemudian menyebar ke atas ke Gunung Dulang dan Blok Cileutik Desa Pasawahan. Pada Kamis (4/10), api semakin meluas hingga merembet ke wilayah Kebun Raya Kuningan (KRK).

Agus menyebutkan, hingga saat ini, kawasan hutan TNGC yang terbakar diperkirakan seluas 1.290 hektare. Sedangkan kawasan KRK yang juga ikut terbakar diperkirakan seluas 19 hektare.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA