Kamis, 9 Safar 1440 / 18 Oktober 2018

Kamis, 9 Safar 1440 / 18 Oktober 2018

Siswa SMPN 2 Garut Gelar Deklarasi Anti-LGBT

Jumat 12 Okt 2018 17:58 WIB

Rep: Eric Iskandarsjah Z/ Red: Ani Nursalikah

Aplikasi gay (ilustrasi)

Aplikasi gay (ilustrasi)

Foto: Republika/Mardiah
Pemerintah dan masyarakat diimbau mengawasi anak-anak agar terhindar dari LGBT.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Beberapa hari terakhir, pelajar Garut diresahkan oleh adanya grup gay di media sosial. Hal ini pun direspons oleh ratusan siswa SMP Negeri 2 Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, dengan menggelar deklarasi menolak keberadaan Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).

Baca Juga

Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMPN 2 Tarogong Kidul, Rohmat Slamet Riyadi mengatakan, deklarasi ini merupakan tanggapan atas grup yang saat ini sudah mulai terbuka keberadaannya di media sosial sehingga menimbulkan keresahan bagi kalangan pelajar. "Kami sebagai anak Indonesia melawan dan melakukan deklarasi menolak LGBT karena LGBT harus kita tentang," kata Rohmat di sela-sela aksi deklarasi di lapangan SMPN 2 Tarogong Kidul, Garut, Jumat (12/10).

Menurut dia, kelompok tersebut jika dibiarkan dikhawatirkan dapat mempengaruhi kalangan pelajar yang nantinya akan menghancurkan generasi muda bangsa. "Menurut saya LGBT akan menghancurkan dan merusak generasi muda bangsa," katanya.

Ia berharap, pemerintah dapat segera bertindak tegas meredam keberadaan LGBT agar tidak menyebar dan mempengaruhi pelajar sebagai generasi bangsa. Kepala SMP Negeri 2 Tarogong Kidul, Muhidin mengatakan, deklarasi ini sengaja diselenggarakan setelah maraknya berita LGBT di media massa dan media sosial. Para murid SMP Negeri 2 Tarogong Kidul, kata Muhidin, memiliki tekad memerangi dan menolak keberadaan LGBT di lingkungan sekolah.

"Kami melalui OSIS mengadakan deklarasi menolak LGBT dan gay di lingkungan sekolah," katanya.

Ia berharap, pemerintah dan seluruh elemen masyarakat khususnya orang tua siswa untuk bersama-sama mengawasi anak-anak agar tidak terjerumus dalam kelompok LGBT. Ia pun menekankan, upaya yang dilakukan sekolah adalah dengan mendidik dan meningkatkan pendidikan karakter dan menerapkan pendidikan agama di lingkungan sekolah.

"Semua itu diperkuat agar dapat membentengi pengaruh negatif,” ujarnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA