Tuesday, 15 Syawwal 1440 / 18 June 2019

Tuesday, 15 Syawwal 1440 / 18 June 2019

Siswa SD Dilatih Tanggap Bencana

Jumat 12 Oct 2018 16:45 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Andi Nur Aminah

Simulasi bencana bagi siswa (ilustrasi)

Simulasi bencana bagi siswa (ilustrasi)

Foto: Antara/Rahmad
Wilayah Kabupaten Cilacap merupakan daerah yang masuk kategori rawan bencana gempa.

REPUBLIKA.CO.ID, CILACAP -- Mitigasi bencana tak hanya harus diketahui orang dewasa. Siswa SD yang tinggal di daerah rawan bencana, juga dinilai perlu mendapat pelatihan bagaimana bersikap bila terjadi bencana.

Belajar dari kejadian bencana yang terjadi di berbagai daerah, SD Al Irsyad 02 Cilacap, menggelar simulasi menghadapi kejadian gempa dan tsunami, Jumat (12/10). Sebanyak 600 pelajar dari sekolah tersebut, mengikuti kegiatan tersebut.

"Kegiatan ini memang perlu dilakukan mengingat wilayah Kabupaten Cilacap merupakan daerah yang masuk kategori rawan bencana gempa bumi. Termasuk bagi siswa SD Al Irsyad, karena jarak sekolah hanya sekitar satu kilometer dari bibir pantai Selatan Cilacap," jelas Plt Kepala UPT BPBD Cilacap Kota Andi Susilo.

Dia berharap, kegiatan simulasi ini bisa dicontoh sekolah-sekolah lain, karena memang seluruh wilayah Kota Cilacap masuk kategori rawan bencana gempa bumi. Bahkan agenda simulasi ini bisa menjadi agenda rutin sekolah sebagai bentuk kesiap-siagaan menghadapi bencana.

Dalam simulasi tersebut, digambarkan gempa berkekuatan cukup besar terjadi saat anak-anak sedang belajar di ruang kelas. Menghadapi kejadian ini, para siswa dan guru langsung merespons dengan melindungi kepala menggunakan tas sambil berangsur-angsur keluar ruangan menuju titik kumpul di halaman sekolah.

Setelah kejadian gempa, juga disimulasikan adanya peringatan terjadi tsunami. Menyikapi ini, seluruh warga sekolah diminta kembali ke gedung sekolah yang bangunannya masih utuh untuk berkumpul di lantai sekolah yang tertinggi. Ini dilakukan setelah petugas sekuriti memastikan seluruh bangunan dalam kondisi utuh dan aman sebagai tempat evakuasi vertikal.

Setelah gelombang tsunami surut, para guru kemudian melakukan pendataan mengenai kemungkinan adanya korban, serta memeriksa kerusakan fasilitas dan infrastruktur. Beberapa anak yang mengalami luka segera dibawa dengan ambulans yang disiagakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap.

Andi Susilo mengaku terkesan dengan simulasi ini, karena anak-anak sangat menjiwai pelaksanaan simulasi. "Hal ini sangat baik, karena akan menjadi pedoman bertindak bagi anak-anak bila benar-benar terjadi bencana," katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA