Thursday, 9 Safar 1440 / 18 October 2018

Thursday, 9 Safar 1440 / 18 October 2018

Peralihan Musim, Antisipasi Rekahan Tanah Berpotensi Longsor

Jumat 12 Oct 2018 12:12 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Ani Nursalikah

(Ilustrasi) Batang pohon yang tumbang akibat angin kencang, yang menjadi salah satu pertanda pancaroba atau peralihan musim.

(Ilustrasi) Batang pohon yang tumbang akibat angin kencang, yang menjadi salah satu pertanda pancaroba atau peralihan musim.

Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto
Hujan pertama setelah masa peralihan lebih lebat.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung mengungkapkan saat ini sedang terjadi peralihan musim kemarau ke musim hujan. Dia mengimbau masyarakat yang berada di daerah lereng dan perbukitan mengantisipasi rekahan tanah yang berpotensi longsor.

"Biasanya hujan pertama kali (setelah masa peralihan) akan terasa lebih lebat sehingga peluang longsor bisa terjadi," ujar Prakirawan Cuaca BMKG Bandung, Jadi Hendarmin, Jumat (12/10) saat dihubungi melalui telepon.

Ia menuturkan, musim hujan di Kota Bandung dan sekitarnya diprediksi terjadi pada Oktober akhir atau pertengahan November. Hal itu berdasarkan dinamika atmosfer di wilayah Barat Sumatra dimana suhu muka laut masih dalam kondisi netral dan cenderung dingin.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat pasokan uap air dari wilayah Barat Sumatra berkurang sehingga berdampak awan-awan hujan di wilayah Jawa Barat tidak terbentuk. Selain itu, di masa peralihan karakteristik cuaca saat pagi cukup terik dan siang menjelang sore peluang hujan lebat dengan durasi singkat.

Selain itu, dirinya menambahkan hujan dengan intensitas lebat dan singkat terkadang disertai angin kencang dan kilat petir. Bahkan peluang hujan es dan puting beliung terjadi pada musim peralihan atau pancaroba.

Ddi musim peralihan ini, Jadi juga mengimbau beberapa daerah yang kekeringan berhemat air. Selain itu, pohon-pohon yang telah lapuk dan rimbun diharapkan dipangkas untuk mengantisipasi dahan patah.

"Jaga kesehatan (warga) karena suhu panas pagi hingga siang dan berbanding terbalik dengan suhu udara dingin terjadi pada malam hari," ujarnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA