Rabu, 8 Safar 1440 / 17 Oktober 2018

Rabu, 8 Safar 1440 / 17 Oktober 2018

Jembatan Layang dari Korsel akan Dibangun di Jalan Garuda

Kamis 11 Okt 2018 19:17 WIB

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Ani Nursalikah

Kemacetan lalu lintas di Bandung.

Kemacetan lalu lintas di Bandung.

Foto: Republika/Edi Yusuf
Jalan Garuda sering mengalami kepadatan lalu lintas.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendapatkan hibah pembangunan jembatan layang atau flyover dari Korea Selatan (Korsel). Jembatan layang ini diwacanakan akan dibangun di persimpangan Jalan Garuda Kecamatan Andir.

Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan hibah tersebut merupakan buah dari kerja sama selama ini dengan Pemerintah Kota Suwon, Korsel. Pemilihan Jalan Garuda karena lalu lintas di jalan tersebut dinilai sering mengalami kepadatan sehingga perlu solusi untuk mengatasinya.

Menurut pria yang akrab disapa Mang Oded itu, terpenting dari hibah yang ditawarkan pengusaha negeri ginseng tersebut adalah teknologinya yang sederhana dan cepat. Teknologi sederhana corrugated steel (besi bergelombang) sudah terbukti pada pembangunan Jembatan Pelangi.

“Tadi diarahkan ke Jalan Garuda karena di sana crowded. Tapi baru kehendak saya, harus koordinasi dulu karena itu jalan nasional, juga dengan provinsi,” kata Oded dalam siaran persnya, Kamis (11/10).

Oded menjelaskan, selanjutnya akan dibuat DED (Detail Engineering Design) sehingga akan terlihat manfaat dan juga hambatannya. Lokasinya tidak jauh dari Bandara Husein Sastranegara yang memiliki aturan ketinggian bangunan dan gedung di sekitarnya.

“Secepatnya harus dikejar progress-nya. Saya sudah tugaskan komandan di lapangan, pak Arif (Kepala Dinas Pekerjaan Umum),” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala DPU Kota Bandung Arif Prasetya menyebutkan, akan kembali menggelar pertemuan dengan pengusaha Korsel untuk membuat DED. Langkah berikutnya, harus ada percepatan. Apalagi keinginan seperti di negaranya, sekarang dibicarakan, bulan depan langsung bekerja.

“Saya bilang tidak bisa seperti itu kalau di kita. Karena ini menyangkut stakeholders yang berbeda. Diperkirakan akan ada beberapa lokasi yang harus dibebaskan dan menyangkut instansi lain seperti Lanud Husein Sastranegara dan PT KAI,” ujarnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA