Friday, 10 Safar 1440 / 19 October 2018

Friday, 10 Safar 1440 / 19 October 2018

Gempa Situbondo, Sejumlah Rumah di Jember Rusak Parah

Kamis 11 Oct 2018 13:30 WIB

Red: Andri Saubani

Gempa merusak bangunan di Situbondo, Jatim, Kamis (11/10), pukul 01.44 WIB.

Gempa merusak bangunan di Situbondo, Jatim, Kamis (11/10), pukul 01.44 WIB.

Foto: dok BNPB
Gempa berkekuatan 6,4 skala Richter terjadi pada Kamis dini hari.

REPUBLIKA.CO.ID, JEMBER -- Sejumlah rumah warga di Kabupaten Jember mengalami kerusakan parah, sedang, dan ringan akibat gempa bumi yang berpusat di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Kamis (11/10) dini hari WIB. Gempa berkekuatan 6,4 skala Richter.

"Saat gempa semua panik dan berhamburan keluar rumah dan bersamaan dengan itu, tiba-tiba dinding rumah samping ambruk dan kami sekeluarga segera keluar dari pintu sisi kiri yang tidak ambruk," kata Hasyim warga Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Kamis.

Berdasarkan informasi BMKG, gempa bumi dengan kekuatan 6,4 SR yang dimutakhirkan menjadi 6,3 SR terjadi pada Kamis pukul 01.44 WIB dengan koordinat 7,47 LS dan 114,47 BT dengan kedalaman 10 kilometer dan tidak berpotensi terjadi tsunami. Titik pusat gempa bumi tersebut 61 km timur laut Situbondo, Jawa Timur, 83 km Tenggara Sumenep, Jatim, 87 km timur laut Kabupaten Bondowoso, 161 km barat laut Denpasar, Bali, dan 860 km tenggara Jakarta.

"Beruntung dinding rumah yang ambruk akibat gempa bumi tersebut mengarah ke luar dan reruntuhan batu bata tidak jatuh ke dalam rumah, sehingga saya bersama istri dan cucu langsung lari menyelamatkan diri dari pintu samping yang tidak ambruk," tuturnya.

Setelah kejadian gempa itu, Hasyim bersama istri dan cucunya terpaksa tidur di rumah saudara yang lokasinya tidak jauh dari rumahnya. Ia khawatir terjadi gempa susulan dan kondisi rumahnya yang ambruk dikhawatirkan membahayakan keselamatan keluarganya.

Korban lainnya, Slamet mengatakan dinding rumahnya juga ambruk akibat guncangan gempa yang kuat selama 3-5 detik tersebut. Namun, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu karena ia bersama keluarganya keluar rumah saat dinding rumahnya ambruk.

"Alhamdulillah semuanya langsung keluar rumah saat guncangan gempa cukup kuat, sehingga semuanya selamat dan saat ini rumah terpaksa harus ditopang bambu karena dikhawatirkan roboh," tuturnya.

Sementara Ketua RT 2, RW 9 Kelurahan Kebonagung Asmadi mengatakan, sebanyak enam rumah warganya yang terdampak akibat gempa bumi yang berpusat di Kabupaten Situbondo. Namun, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

"Semua warga berhamburan keluar rumah karena getaran gempanya sangat kuat. Tiga rumah mengalami kerusakan sedang yakni milik Hasyim, Slamet, dan Sugianto yang dindingnya ambruk, sedangkan lainnya mengalami retak-retak," katanya.

Pantauan di lapangan, sejumlah personel aparat kepolisian dan Babinsa mendatangi rumah warga untuk mengecek kondisi rumah warga setempat yang rusak akibat gempa bumi tersebut. Berdasarkan informasi di lapangan, gempa bumi yang berpusat di Kabupaten Situbondo itu juga menyebabkan kerusakan sejumlah rumah warga di beberapa desa di Kecamatan Sukorambi, Kecamatan Arjasa, Kecamatan Tempurejo, dan Kecamatan Mumbulsari.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA