Saturday, 20 Ramadhan 1440 / 25 May 2019

Saturday, 20 Ramadhan 1440 / 25 May 2019

Upaya Pemadaman Kebakaran Ciremai Terus Berlanjut

Selasa 09 Oct 2018 10:31 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Sejumlah petugas gabungan berusaha memadamkan api yang membakar kawasan hutan di lereng Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat, Rabu (3/10).

Sejumlah petugas gabungan berusaha memadamkan api yang membakar kawasan hutan di lereng Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat, Rabu (3/10).

Foto: Antara/Dedhez Anggara
Kebakaran telah merambat ke lokasi wisata Bukit Seribu Bintang (BSB).

REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN -- Upaya pemadaman terhadap kebakaran yang melanda Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) Kabupaten Kuningan, terus berlanjut, Selasa (9/10). Luas lahan yang terbakar pun semakin bertambah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin, menyebutkan, hingga Senin (8/10) petang, kebakaran di kawasan hutan TNGC diperkirakan sudah seluas kurang lebih 900 hektare. Sedangkan kawasan Kebun Raya Kuningan (KRK) yang terbakar diperkirakan seluas 19 hektare.

Tak hanya lahan, kebakaran yang pertama kali terdeteksi pada Ahad (30/9) pukul 12.00 WIB itu kini juga telah merambat ke lokasi wisata Bukit Seribu Bintang (BSB). Bahkan, satu unit pondok di BSB ikut terbakar. Begitu pula dengan satu unit motor ATV juga terbakar.

 ‘’Upaya penanganan masih terus dilakukan,‘’ kata Agus, Selasa (9/10).

Kebakaran Gunung Ciremai Meluas, Api Sambar Kebun Raya

Agus menyebutkan, pada Senin (8/10) pukul 16.30 WIB, masih terlihat empat titik kepulan asap. Yakni satu titik di Cikajayaan Pasawahan, satu titik di Blok Kiamis di bawah Bukit Seribu Bintang, satu titik di antara Bukit Seribu Bintang–Gunung Dulang dan satu titik di Gunung Dulang.

Pada pukul 17.00 WIB, api di Blok Cikajayaan masih menyala dan dalam penanganan. Selain itu, pada pukul 20.00 WIB, tim gabungan pun diberangkatkan untuk pemadaman di Gunung Dulang.

''Hari ini (Selasa), dilakukan rencanan penanganan lanjutan berupa pemadaman dan penyisiran titik api yang masih menyala di lokasi kebakaran,'' kata Agus.

Agus menyatakan, lokasi kebakaran terjadi pada ketinggian 300 Mdpl – 1.600 Mdpl. Lokasi tersebut merupakan daerah perbukitan yang didominasi tumbuhan alang-alang dan perdu, dengan kondisi lahan bebatuan.Kondisi medan seperti itu yang diperparah dengan arah angin yang berubah-ubah, menjadi kendala dalam upaya pemadaman.

Sumber : lilis handayani
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA