Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Syahadat Terakhir Rika Saat Lumpur Tenggelamkan Petobo

Ahad 07 Oct 2018 17:55 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Petobo, Palu, Sulawesi Tengah pascagempa.

Foto:
Hajali melihat gempa dan lumpur menengelamkan Petobo.

Hingga keesokan harinya, sekitar pukul 05,30 Wita, mereka berusaha keluar dari lokasi tersebut mencari tempat lebih aman. Mereka melewati kubangan air hampir setinggi dada orang dewasa menuju arah utara, dengan kaki terluka. Hajali terus berjalan sambil menusuk-nusuk tanah yang landai untuk pijakan kaki.

Untuk mencapai tanah kering yang relatif aman dan hanya kurang lebih berjarak 500 meter, Hajali harus melewati lumpur hingga tiga jam lamanya.

Kondisi lingkungan mereka rusak parah. "Pokoknya semua hancur berantakan. Tanah terbelah, jalan aspal mengerucut setinggi setengah meter, padahal secara logika jarak 500 meter itu tidak lebih lima menit kita berjalan kaki," ucapnya.

Diperkirakan, ribuan manusia masih terkubur materil lumpur di Petobo. Harta benda pun hilang tak berbekas. Kampung di kelurahan itu seperti ditelan bumi. Memang tak ada yang bisa memastikan kapan bencana akan datang, semua atas kehendak Allah SWT. Ikhlas, sabar, dan tawakal.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA