Rabu, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Rabu, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Pengungsi yang Terkena Flu Meningkat

Jumat 05 Okt 2018 20:52 WIB

Red: Ani Nursalikah

Sejumlah pengungsi beraktivitas di Posko pengungsian Lapangan Masjid Agung Darussalam , Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (5/10).

Sejumlah pengungsi beraktivitas di Posko pengungsian Lapangan Masjid Agung Darussalam , Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (5/10).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Flu bisa menjadi ISPA jika tidak segera ditangani.

REPUBLIKA.CO.ID, PALU -- Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto mengatakan kasus influenza mulai meningkat di pos-pos pengungsian pascagempa 7,4 Skala Richter yang mengguncang Sulawesi Tengah.

Achmad mengatakan di Palu, Jumat (5/10), gejala-gejala penyakit mulai muncul pada kelompok rentan yang daya tahan tubuhnya rendah. "Pasti dengan tinggal di pengungsian dengan fasilitas yang seadanya selama seminggu ini kelompok rentan khususnya balita karena daya tahan tubuhnya belum sebaik orang dewasa pasti yang akan sakit duluan. Kami sudah identifikasi sekarang sudah mulai meningkat kasus influenza batuk pilek," kata dia.

Dia menerangkan kasus influenza pada pengungsi tersebut akan berubah menjadi infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) apabila tidak segera ditangani oleh tim medis. Yurianto menerangkan penyakit lain yang muncul ialah gangguan pada pencernaan akibat keterbatasan air dan sanitasi yang masih belum memadai.

"Makanan masih merupakan yang didapat dari mana saja, penyakit gangguan pencernaan mual, muncul diare dan sebagainya. Ini sesuatu yang sudah kita antisipasi," kata dia.

Yurianto mengatakan permasalahan dasar dari munculnya berbagai kasus tersebut karena pengungsian yang tidak layak, sanitasi yang tidak sehat, dan kebutuhan air bersih yang kurang memadai. Dia menambahkan penyakit-penyakit yang terkait dengan kejiwaan juga sudah mulai muncul.

"Orang yang kehilangan keluarga, yang tidak pasti keluarganya di mana, itu mau tidak mau sudah menjadi penyakit. Mulai dia stres dan sebagainya ini juga penyakit yang harus kita lihat. Oleh karena itu, terapi kita lakukan," kata Yurianto.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA