Senin, 19 Zulqaidah 1440 / 22 Juli 2019

Senin, 19 Zulqaidah 1440 / 22 Juli 2019

FSGI: Pendidikan Siaga Bencana Mendesak untuk Dibuat

Jumat 05 Okt 2018 19:09 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Relawan melakukan Trauma Healing dengan cara mengajak bermain anak-anak korban gempa tsunami Palu di kantor Dinas Sosial, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (5/10).

Relawan melakukan Trauma Healing dengan cara mengajak bermain anak-anak korban gempa tsunami Palu di kantor Dinas Sosial, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (5/10).

Foto: Antara/Muhammad Adimadja
Kemendikbud telah memiliki program Satua Pendidikan Aman Bencana

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menyatakan momentum peringatan Hari Guru Internasional pada 5 Oktober ini menjadi waktu yang tepat untuk membenahi persoalan fundamental pendidikan di tanah air. Salah satunya, soal pendidikan siaga bencana.

Wakil Sekjen FSGI Satriwan Salim menuturkan, penyusunan pendidikan siaga bencana sudah mendesak, dan menjadi salah satu strategi untuk mengantisipasi bencana alam yang terus terjadi di tanah air. Indonesia, terang dia, secara geografis rentan dilanda bencana alam seperti gunung meletus, tsunami, gempa, longsor dan banjir.

Baca Juga

Karena itu, menurut Satriwan, sudah seharusnya sekolah-sekolah, para guru dan siswa dibekali pendidikan kesiagaan bencana. Walaupun, dia mengakui, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sendiri sudah punya program Satuan Pendidikan Aman Bencana.

"Tapi program nasional ini ternyata belum dirasakan dampaknya bagi sekolah, guru, pegawai sekolah, siswa dan orang tua," ujar dia dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (5/10).

Satriwan menilai, program SPAB itu terkesan formalitas dan hanya diimplementasikan di daerah tertentu saja. Padahal secara nasional wilayah Indonesia adalah rentan bencana. FSGI dalam kondisi ini memberikan rekomendasi kepada pemerintah untuk membuat kurikulum Pendidikan Siaga Bencana sebagai kurikulum wajib.

Kurikulum tersebut terintegrasi di sekolah, baik dimasukkan ke dalam mata pelajaran tertentu maupun dibuat secara terpisah. Selain itu, juga perlu ada pemberian pelatihan-pelatihan kesiapsiagaan bencana secara berkualitas dan berkala kepada guru, siswa dan pegawai sekolah. Pelatihan yang tak formalitas belaka tentunya.

"Sudah waktunya sekolah-sekolah di tanah air dilengkapi dengan fasilitas siaga bencana, petunjuk-petunjuk dan cara penggunaannya, tanpa kecuali semua sekolah wajib memilikinya," ucap dia.

Kemudian, Satriwan melanjutkan, Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) sebagai lembaga pencetak calon guru, hendaknya menyiapkan dan membekali para calon guru tentang Pendidikan Siaga Bencana. Yaitu dengan membuat model kurikulum yang bermuatan kesiapsiagaan bencana.

"Agar para calon guru ini nanti sudah dibekali keterampilan kesiapsiagaan bencana yang mumpuni," kata dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA