Saturday, 27 Syawwal 1443 / 28 May 2022

Sepekan Pascabencana Perekonomian di Donggala Dipulihkan

Jumat 05 Oct 2018 13:27 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Andi Nur Aminah

Prajurit TNI berjaga di depan toko milik warga di Pasar Masomba, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (4/10).

Prajurit TNI berjaga di depan toko milik warga di Pasar Masomba, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (4/10).

Foto: Antara/Muhammad Adimadja
Toko-toko yang buka jdijaga oleh dua orang personel TNI dengan senjata lengkap.

REPUBLIKA.CO.ID,  DONGGALA -- Sepekan sudah bencana gempa bumi dan tsunami mengguncang Kabupaten Sigi, Donggala dan Palu di Sulawesi Tengah berlalu. Tentara Nasional Indonesia (TNI) membantu masyarakat di Donggala mengembalikan perekonomian masyarakat dan membantu mengamankan situasi.

Personel TNI di bawah Danki II SSY4 Div 3 Kostrad, Kapten Arm Suseta Setya Dika membantu masyarakat menanggulangi bencana alam dan membantu masyarakat menuju pemulihan terutama pemulihan perekonomian. Kapten Arm Suseta mengatakan, pihaknya membantu menstabilkan kondisi keamanan di Donggala agar tidak ada penjarahan dan lain sebagainya.

"Kami ada di sini untuk menangani masalah tersebut, selain itu misi kami adalah mengembalikan perekonomian yang ada di Donggala," kata Kapten Arm Suseta kepada Republika.co.id di Posko Danki II yang terletak di Kompleks Bupati Donggala, Jumat (5/10).

Dia mengimbau masyarakat yang memiliki toko agar membuka toko-toko mereka. Selain itu mengimbau agar mengaktifkan kembali bank-bank dan mesin ATM agar masyarakat bisa memutar perekonomian. Sebenarnya masyarakat memiliki uang tapi mereka tidak tahu harus digunakan untuk apa karena toko-toko tertutup.

Personel TNI turut menjaga keamanan di sejumlah titik yang diperlukan. Toko-toko yang buka juga dijaga oleh dua orang personel TNI dengan senjata lengkap. Mereka dilengkapi senjata dengan tujuan memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat. "Kita bergeraknya beregu, paling tidak satu warung (dijaga) dua orang lengkap dengan persenjataan, hari ini sudah mulai," ujarnya.

Kapten Arm Suseta juga menyampaikan sepekan setelah gempa bumi dan tsunami, bank, mesin ATM, SPBU dan sejumlah toko telah aktif. Namun tarif bahan bakar minyak berjenis premium terjadi peningkatan harga jual.

Selain itu, listrik mati total. Hanya tempat-tempat seperti tempat ibadah, polsek, rumah jabatan, gubernur dan bank memiliki aliran listrik terbatas. Ada juga yang menggunakan mesin generator untuk menyediakan pasokan listrik.

Dia juga menegaskan, yang dibutuhkan masyarakat korban bencana gempa bumi dan tsunami adalah makanan dan minuman. Kalau pakaian mereka masih bisa menggunakan yang ada, tapi makanan dan minuman masih sulit didapatkan.

Memang di antara mereka ada yang memiliki uang tapi toko-toko tutup, itu sebabnya toko-toko diimbau buka dan dijaga TNI. "(Kemudian) baju dalam, pembalut wanita, pampers saya yakin itu yang dibutuhkan, juga obat-obatan pun dibutuhkan," ujarnya.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA