Saturday, 20 Syawwal 1443 / 21 May 2022

Wapres Imbau SPBU Jual BBM di Palu Secara Konvensional

Jumat 05 Oct 2018 13:15 WIB

Rep: Mimi Kartika/ Red: Andi Nur Aminah

Wapres JK mengecek antrean BBM di POM Bensin saat tinjau dampak gempa dan tsunami di Palu-Donggala-Sigi, Sulawesi Tengah, Jumat (5/10/2018).

Wapres JK mengecek antrean BBM di POM Bensin saat tinjau dampak gempa dan tsunami di Palu-Donggala-Sigi, Sulawesi Tengah, Jumat (5/10/2018).

Foto: Tim media wapres
BBM Dijual pakai alat liter saja agar SPBU tidak tergantung pada listrik.

REPUBLIKA.CO.ID, PALU -- Wakil Presiden Jusuf Kalla meninjau langsung kondisi pascabencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, terutama Palu, Donggala dan Sigi. JK juga menyempatkan mendatangi masyarakat yang sedang antre di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Diponegoro, Kota Palu, Jumat (5/10).

Menyaksikan panjangnya antrean warga yang ingin membeli BBM, JK meminta SPBU menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) secara eceran dengan menggunakan liter konvensional. Menurut JK, dengan cara itu, distribusi BBM tidak bergantung pada pasokan listrik di daerah tersebut. “Kembali ke zaman dulu pakai liter seperti timba satu liter, agar distribusi SPBU tidak bergantung kepada listrik," ujar JK di Palu, Jumat (5/10).

Baca Juga

photo
Masyarakat di sekitar daerah Kecamatan Sigibiromaru, Kabupaten Sigi memanfaatkan BBM yang tersisa di SPBU Desa Jono, Sigi untuk kendaraan maupun untuk menyalakan listrik yang terputus di wilayah tersebut sejak gempa hingga Kamis (4/10) hari ini.
JK memerintahkan agar hal tersebut dilakukan hari ini juga. Ia menyarankan, penjualan BBM saat ini dilakukan seperti menjual minyak tanah dengan menggunakan drum. "Kerjakan hari ini juga. Teknisnya pakai drum, potong dua, lalu isi BBM dan gunakan liter biasa atau timba ukuran satu liter untuk melayani konsumen. Ini agar tidak mengantre berjam-jam," jelas JK.

Sebelumnya, JK memantau kondisi pengisian BBM yang dijaga dan dioperatori sementara oleh anggota TNI. JK pun sekaligus menyapa masyarakat yang antre di SPBU tersebut. "Sudah berapa lama antrr?" tanya JK kepada seorang ibu dan anaknya yang tengah mengisi BBM. Ibu itu pun menjawab, "Sudah sejak pagi Pak."

Kehadiran JK beserta rombongannya membuat masyarakat yang antre pun riuh. Beberapa warga mulai mendekati Wapres, dan meminta agar Pemerintah segera memulihkan keadaan Kota Palu.

photo
Warga mempersiapkan jerigen untuk membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) pascagempa di Palu, Sulteng
Mereka mengeluhkan pasokan listrik dan BBM sempat lumpuh hingga beberapa hari pascagempa dan tsunami di Palu. Baru dua hari terakhir, BBM mulai masuk meskipun belum merata di Kota Palu. Bahkan, wilayah Sigi dan Donggala juga belum tersentuh. "Pak BBM masih sulit ini dimana-mana," ujar Zulfadli, warga yang ikut mengantre di SPBU tersebut.

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA