Sabtu, 15 Sya'ban 1440 / 20 April 2019

Sabtu, 15 Sya'ban 1440 / 20 April 2019

JK Pimpin Rakor Penanganan Gempa Tsunami di Posko Bencana

Jumat 05 Okt 2018 09:58 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Andi Nur Aminah

Wapres Jusuf Kalla tiba di Bandara Mutiara SIS Al Juftie Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (5/10/18) saat tinjau dampak gempa dan tsunami di Palu-Donggala-Sigi.

Wapres Jusuf Kalla tiba di Bandara Mutiara SIS Al Juftie Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (5/10/18) saat tinjau dampak gempa dan tsunami di Palu-Donggala-Sigi.

Foto: Tim media wapres
Saat ini pemerintah masih fokus untuk tanggap darurat terlebih dahulu

REPUBLIKA.CO.ID, PALU -- Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla akan memimpin rapat koordinasi di Posko Penanggulangan Bencana Korem 132/Tadulako, Sulawesi Tengah, Jumat (5/10). Rapat tersebut akan digelar usai Jusuf Kalla meninjau korban dan lokasi yang terkena dampak gempa serta tsunami yang melanda Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu.

Adapun rapat tersebut akan diikuti oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Sosial Agus Gumiwang, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono. Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo telah menunjuk Jusuf Kalla sebagai komandan penanggulangan gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Baca Juga

Jusuf Kalla menjelaskan, sebagai komandan penanggulangan bencana, dia bertanggung jawab untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Nantinya tugas rehabilitasi dan rekonstruksi tersebut akan diserahkan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Kementerin Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas).

"Itu tahap rehabilitasi dan rekonstruksi direncanakan nanti saya minta Bappenas merencanakannya dan PU (Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), PU dan Bappenas akan merencanakan tata kota yang baru," ujar Jusuf Kalla, Kamis (4/10) lalu.

Jusuf Kalla mengatakan, saat ini pemerintah masih fokus untuk tanggap darurat terlebih dahulu. Adapun tiga hal yang dilakukan dalam masa tanggap darurat yakni mengevakuasi korban meninggal dunia, menyelamatkan korban luka-luka, dan memberikan bantuan kebutuhan logistik seperti makanan kepada korban selamat.

Kemudian setelah itu, pemerintah akan memperbaiki infrastruktur yang rusak. "Itu dulu intinya, kemudian memperbaiki infrastruktur yang ada," kata Jusuf Kalla. N. Rizky Jaramaya

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA