Rabu, 16 Syawwal 1440 / 19 Juni 2019

Rabu, 16 Syawwal 1440 / 19 Juni 2019

Satu Prajurit TNI AD Meninggal Terdampak Bencana Sulteng

Kamis 04 Okt 2018 18:17 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Personel TNI membawa korban luka bencana gempa dan tsunami Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah setibanya di Base Ops Lanudal Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (4/10).

Personel TNI membawa korban luka bencana gempa dan tsunami Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah setibanya di Base Ops Lanudal Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (4/10).

Foto: Antara/Umarul Faruq
Satu prajurit meninggal dan lima lainnya luka berat terdampak bencana

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di sela mendampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahyanto mengunjungi korban gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono menyempatkan diri menjenguk prajurit dan keluarganya yang bertugas di Palu. Hingga saat ini, tercatat satu prajurit TNI AD meninggal dunia dan lima orang mengalami luka berat.

Dalam kunjungannya tersebut, Mulyono mengucapkan rasa belasungkawa dan prihatinnya dengan peristiwa yang menimpa masyarakat Palu dan juga prajuritnya yang berdinas disana. Ia minta prajurit tetap selalu bersabar dan semangat, tidak boleh putus asa. Mulyono juga memberikan bantuan dan santunan yang langsung diterima oleh prajurit dan keluarganya yang tertimpa musibah itu. 

Danrem 132/TDL Kolonel Inf Agus Sasmita yang turut mendampingi Mulyono mengatakan, sampai saat ini baru terdata satu prajurit TNI AD meninggal dunia bernama Sertu Hasmin yang berdinas di Denzibang-2 XIII/Merdeka. Sementara, terdapat lima orang yang mengalami luka berat, yaitu Letda Czi Alfret Ganta, Serda Suyatno, Serma Ihwani, Serma Sugiyono dan PNS Yunan Budiman. 

"Adapun yang masih dinyatakan hilang atau masih dalam pencarian berjumlah delapan orang yaitu, Kopda Sofyan R Nuru, Pratu Daswar, Serda Asri, Serda Jemi, Serda Jasman, Serda Muh Yusup, Koptu Yusup Sallu dan Serda Ismail," ujar Agus dalam keterangan tertulis yang Republika terima, Kamis (4/10).

Agus juga menjelaskan, kerugian yang dialami oleh pihaknya berupa dua unit Kapal KMC V 28 hanyut diterpa Tsunami, delapan unit rumah dinas Bekang rata dengan tanah, 33 unit Rumah Dinas Kodim1306/Dgl rusak ringan, satu unit kantor Koramil 07/Tawelu rusak berat, satu unit barak Yonif 711/Rks rata dengan tanah dan dua unit barak Yonif 711/Rks rusak berat.

Kepala Satgas Tanggap Darurat itu mengungkapkan, sebelum menjenguk prajuritnya, KSAD mengunjungi korban gempa di beberapa titik yang kerusakannya sangat parah. Lokasi-lokasi itu di antaranya di Jl HM Suharto, Kelurahan Petobo, Hotel Roa Roa wilayah Palu, Desa Loli Kabupaten Donggala dan Desa Jono Kabupaten Sigi.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA