Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Isu Penjarahan di Palu, Jokowi: Jangan Persoalkan Hal Kecil

Senin 01 Oct 2018 12:13 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Teguh Firmansyah

Personel Basarnas Kendari menata paket bantuan yang akan dikirim untuk korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (1/10).

Personel Basarnas Kendari menata paket bantuan yang akan dikirim untuk korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (1/10).

Foto: Antara/Jojon
Kondisi di lapangan masih dalam situasi darurat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi isu penjarahan di sejumlah toko di Palu pascabencana gempa dan tsunami. Ia pun meminta masalah yang kecil agar tak dibesar-besarkan lantaran dalam kondisi darurat.

"Dalam keadaan darurat jangan mempermasalahkan hal yang kecil yang sebetulnya tidak jadi masalah dasar," ujar Jokowi di Monumen Pancasila, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Senin (1/10).

Ia tak membantah terjadinya peristiwa pengambilan barang oleh masyarakat sekitar di beberapa toko. Kendati demikian, menurut dia, terdapat pula toko yang memang memberikan bantuan kepada masyarakat korban gempa.

"Saya tidak melihat di lapangan seperti itu karena toko-toko tutup. Itu mungkin ada satu atau dua peristiwa. Karena, memang ada juga toko yang memberikan untuk bantu saudaranya semuanya dalam proses membantu," kata Jokowi.

Baca juga, Korban Gempa Palu Terus Bertambah.

Presiden menjelaskan, seusai meninjau sejumlah lokasi terdampak gempa di Palu, kondisi di lapangan masih dalam keadaan darurat. Evakuasi yang dilakukan pun belum menyeluruh lantaran terhambat oleh minimnya alat-alat berat.

"Evakuasi belum selesai, banyak tempat-tempat yang tidak bisa dilakukan evakuasi karena alat berat belum ada. Problem. Tapi, tadi malam alat berat mulai masuk ke Palu," ujarnya.

Permasalahan lainnya yang harus segera diselesaikan, yakni pasokan makanan, air minum, serta padamnya listrik. Ia menjelaskan, dari tujuh gardu yang ada, hanya dua gardu listrik yang berfungsi.

"Yang lima ada masalah, ini yang harus diselesaikan, tapi juga tidak bisa dalam waktu singkat sehingga kemarin kita perintahkan untuk didatangkan gardu yang mobile sehingga segera itu bisa ditangani, air bisa kembali mudah didapatkan," kata Jokowi menjelaskan.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA