Saturday, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Saturday, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Saat Tsunami Terjang Palu dan Donggala

Sabtu 29 Sep 2018 05:57 WIB

Red: Elba Damhuri

   Foto kolase suasana Masjid Baiturahman,Palu, sebelum dan setelah gempa yang diikuti gelombang tsunami. Foto kiri diambil dari aplikasi streetview google, foto kanan diambil dari capture video netizen.

Foto kolase suasana Masjid Baiturahman,Palu, sebelum dan setelah gempa yang diikuti gelombang tsunami. Foto kiri diambil dari aplikasi streetview google, foto kanan diambil dari capture video netizen.

Foto: Aplikasi google dan capture video netizen.
Jaringan komunikasi dan listrik terputus di Palu dan Donggala.

REPUBLIKA.CO.ID Oleh: RR Laeny Sulistyawati, Mimi Kartika

Gempa dengan kekuatan 7,4 skala Richter (SR) yang mengguncang Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9) pukul 17.02 WIB, mengakibatkan terjadinya tsunami di pesisir Kota Palu dan Donggala. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi ketinggian tsunami sekitar 1,5 hingga 2 meter.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menuturkan, BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami pada lima menit setelah gempa dengan kekuatan 7,4 SR mengguncang dengan koordinat 0,18 LS, dan bujur 119,85 BT serta kedalaman 10 kilometer. Peringatan dini tsunami dikeluarkan dengan level siaga. Di level ini, memiliki ketinggian setengah meter sampai maksimal 3 meter.

aNamun, BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 17.36 WIB. Dwikorita mengatakan, hal ini didasarkan hasil pengamatan yang dilakukan tim BMKG. “Kami mengeluarkan peringatan dini tsunami dan peringatan itu diakhiri setelah tsunami terjadi dan airnya surut,” ujar Dwikorita kepada wartawan, Jumat (28/9).

Dwikorita menegaskan, berakhirnya peringatan dini tsunami dilakukan setelah mengamati ketinggian air laut yang masuk ke darat mulai surut dan hilang. BMKG mengakui, setelah terjadi tsunami dan laut surut memang ada sejumlah kapal yang naik ke darat.

Setelah pukul 17.36 WIB atau 18.36 WITA, air tsunami sudah surut dari darat. “Namun, sudah surut. Jadi, pada pukul 17.36 WIB peringatan tsunami diakhiri, maaf bukan dicabut,” ujar Dwikorita.

Sebelumnya, BMKG merilis episentrum gempa terjadi di 27 km timur laut Donggala, 80 km barat laut Palu, 123 km timur laut Mamuju, 134 km barat laut Sigi, dan 1.593 km timur laut Jakarta. BMKG sempat mengeluarkan peringatan potensi tsunami akibat gempa ini.
Peringatan tsunami ditujukan ke sebagian wilayah, antara lain, Donggala Bagian Barat siaga, Donggala bagian utara waspada, Mamuju bagian utara waspada, dan Kota Palu bagian barat waspada.

"Evaluasinya berpotensi terjadi tsunami," ujar Kepala Bagian Humas BMKG Indonesia Hary Djatmiko.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mengonfirmasi tsunami dengan ketinggian hampir 3 meter terjadi di Pantai Talise, Palu, Sulteng. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho membenarkan video tsunami yang beredar terjadi di Pantai Talise.

"Video tsunami di Pantai Talise itu benar," katanya, Jumat (28/9) malam.

Kendati demikian, pihaknya belum mendapatkan laporan resmi kapan persisnya waktu terjadinya tsunami karena komunikasi terputus. Selain itu, pasokan listrik di daerah tersebut mati.

"Jadi, kami tidak tahu kondisi terbarunya," ujarnya. Akibat tsunami, dilaporkan lima orang yang merupakan satu keluarga hilang.

Sutopo menuturkan, pemantauan visual dan melalui peralatan di laut menyatakan air laut yang naik ke darat sudah surut. "Kondisi aman dan masyarakat dapat kembali ke tempatnya," ujarnya.

Namun, BNPB tetap mengimbau agar seluruh masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Menurut dia, dampak gempa dengan kekuatan 7,4 SR dirasakan sangat keras.

Berdasarkan analisis guncangan gempa dirasakan daerah di sekitar Kota Palu hingga ke utara di wilayah Kabupaten Donggala dengan intensitas gempa VI-VII MMI (keras hingga sangat keras).

Beberapa wilayah di Donggala meliputi daerah Parigi, Kasimbar, Tobolf, Toribulu, Dongkalang, Sabang, dan Tinombo memiliki intensitas gempa VI-VII MMI. "Diperkirakan di daerah ini banyak mengalami kerusakan," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA