Rabu, 5 Rabiul Akhir 1440 / 12 Desember 2018

Rabu, 5 Rabiul Akhir 1440 / 12 Desember 2018

Tiga Harimau Sumatra Turun ke Jalan Desa, Ada Apa?

Jumat 21 Sep 2018 11:57 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Harimau Sumatra

Harimau Sumatra

Foto: dok. Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC)
Diduga harimau turun karena ada peremajaan perkebunan sawit.

REPUBLIKA.CO.ID, MEULABOH -- Tiga ekor Harimau Sumatra dilaporkan turun ke kawasan jalan Desa Alu Rambot, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh. Harimau bahkan sempat berhadapan dengan warga.

"Sudah sejak Rabu (19/9) saat melintasi jalan setepak mengambil sawit, kami diadang dan mendokumentasikan beberapa ekor harimau di tengah jalan," kata Kamal, salah seorang warga Nagan Raya yang dihubungi dari Meulaboh, Jumat.

Kamal bersama sejumlah rekannya yang berada dalam truk mengabadikan sejumlah harimau yang nampak jelas bermain di depan mobil mereka.  Saat itu mereka hendak menuju kebun menjemput bahan baku sawit.

Ketika melihat kawanan Harimau Sumatra itu, kendaraan mereka kemudian dihentikan. Mereka tidak berani lagi melanjutkan perjalanan, sedangkan lokasi keberadaan satwa dilindungi undang-undang tersebut hanya berjarak sekitar 10 kilometer dari permukiman warga.

"Hari ini kami rencananya naik lagi ke sana mengambil mobil, mudah-mudahan sudah tidak ada lagi harimau. Tentunya kami takut sehingga meninggalkan kendaraan di lokasi harimau kemarin (19/9)," katanya.

Binatang itu turun ke jalan diduga karena kawasan hutan habitat mereka terusik oleh aktivitas perusahaan perkebunan sawit yang sedang melakukan peremajaan. Kondisi itu ditambah lagi dengan adanya pembukaan lahan baru oleh masyarakat di kawasan hutan.

Informasi dihimpun dari sejumlah masyarakat Desa Alu Rambot dan Desa Krueng Alem, Kecamatan Darul Makmur, warga melihat satwa-satwa itu sudah selama beberapa pekan terakhir. Mereka turun dan bermain di kawasan pegunungan dan kebun sawit.

Malahan masyarakat yang beraktivis menuju kawasan pegunungan sempat berhadap-hadapan dengan beberapa ekor harimau. Akan tetapi, satwa tersebut tidak mengejar dan menakuti masyarakat.

"Kami langsung pulang, karena bila ada harimau itu petanda. Tidak berani lagi naik sampai menanti ada kabar kalau harimau itu sudah berpindah," kata Adnan, salah seorang warga Krueng Alem

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES