Jumat, 21 Sya'ban 1440 / 26 April 2019

Jumat, 21 Sya'ban 1440 / 26 April 2019

Risma Segera Terima Penghargaan Tokoh Dunia

Jumat 21 Sep 2018 09:20 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Esthi Maharani

Tri Rismaharini

Tri Rismaharini

Foto: Republika/Wihdan
Risma akan menjadi pembicara di berbagai event internasional.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini akan melakukan kunjungan kerja ke luar negeri pada  22 September-3 Oktober 2018. Pada lawatannya ke luar negeri tersebut, wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu akan menjadi pembicara di berbagai event internasional. Tak hanya itu, ia juga akan menerima penghargaan tokoh dunia.

Kunjungan kerja tersebut diawali dengan mengunjungi New York, Amerika. Di sana Risma akan menjadi pembicara pada Global Counter Torrorism Forum di New York.

“Yang mengadakan acara ini Pemerintah Belanda,” kata Risma di Surabaya, Jumat (20/9).

Selanjutnya, Risma akan menjadi pembicara acara One Planet Summit di New York pada 26 September 2018. Dalam event ini, ia merupakan satu-satunya wali kota yang menjadi pembicara.

“Nanti, topiknya disitu tentang perubahan iklim,” ujar Risma.

Setelah acara itu, ia langsung menuju ke Nairobi, Kenya. Di sana Risma akan menerima penghargaan. Risma akan menerima penghargaan Scroll of Honor UN Habitat yang merupakan penghargaan tokoh dunia yang sangat berpengaruh.

“Yang memberikan ini di bawah UN Habitat langsung, makanya nanti mereka memberikan penghargaan di kantor pusat UN Habitat. Mereka memberikan penghargaan atas perubahan iklim, sebagai arsitek kota dan lainnya. Ini yang kasik rekom juga IAI (Ikatan Arsitek Indonesia),” kata Risma.

Setelah acara itu, Risma akan pulang dulu ke Surabaya dan akan berangkat lagi pada 6 Oktober 2018. Sebab, pada 7 Oktober 2018, perempuan kelahiran Kediri ini akan menjadi pembicara pada Bridges for Cities dengan topic Cities of Tomorrow: Technological Solutions and Holistic Approach for Sustainable Cities di Vienna, Austria.

“Mereka itu ngundang-nya sudah satu tahun lalu. Nanti saya akan berbicara masalah bahan-bahan untuk Sustainable Development. Saya berbiara bahan-bahan itu sudah berkali-kali, termasuk juga ketika bertemu dengan Pangeran Charles,” kata Risma.

Sebetulnya, lanjut Risma, pada 10 Oktober 2018 dia juga dijadwalkan menjadi pembicara lagi di Brussels. Tapi, acara ini masih akan dicek lagi karena waktu di Vienna berbicara pada sore hari.

“Sebenarnya, di sana saya akan menjadi pembicara pada IUC City to City Event dengan topic penanganan Global Warming dan Global Covenant Of Mayors karena board member Global Covenant of Mayors,” kata Rismaa.

Kunjungan ke luar negeri berikutnya yaitu ke Korea Utara pada 12 Oktober 2018. Dalam kunjungan kali ini, ia bertindak sebagai Presiden UCLG ASPAC. Nantinya Risma akan bertemu dengan wali kota-wali kota dan kepala daerah untuk berdiskusi tentang program UCLG ASPAC ke depannya dan apa saja yang perlu diprioritaskan.

“Nanti ketemu dengan mereka itu, akan membicarakan apa yang bisa dikerjakan atau tidak bisa dikerjakan. Karena semua negara peraturannya berbeda-beda dan tidak mesti sama,” ujar Risma.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA