Rabu, 17 Ramadhan 1440 / 22 Mei 2019

Rabu, 17 Ramadhan 1440 / 22 Mei 2019

BPBD: 775 Rumah Langkat Terdampak Banjir

Senin 17 Sep 2018 07:22 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Banjir (ilustrasi).

Banjir (ilustrasi).

Foto: Republika/Raisan Al Farisi
Selain rumah, persawahan dan tanggul rusak terdampak banjir.

REPUBLIKA.CO.ID, LANGKAT SUMUT -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menyampaikan sebanyak 775 rumah terdampak banjir, termasuk persawahan dan juga tanggul mengalami kerusakan. Banjir terjadi akibat hujan deras dan meluapnya air sungai Kapal Keruk.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Langkat Irwan Sahri, di Stabat, Senin (17/9) menjelaskan dampak banjir terparah berada di Kecamatan Stabat, Kecamatan Wampu dan Kecamatan Sei Lepan, Kecamatan Secanggang, akibat hujan deras yang terjadi yaitu tanah longsor dan pohon tumbang di Dusun V Desa Setungkit Kecamatan Wampu.

Sementara itu, juga terjadi meluapnya air sungai Kapal Keruk melintasi tanggul di Dusun V Desa Kepala Sungai Kecamatan Secanggang, di mana air merendam pemukiman warga di beberapa Dusun di Kecamatan Stabat, termasuk merendam 30 hektare persawahan yang ada, katanya.

Adapun kawasan yang terdampak banjir yaitu Desa Pantai Gemi Kecamatan Stabat berada di Dusun II sebanyak 75 rumah, persawahan lima hektare, Dusun III A sebanyak 80 rumah, Dusun III B sebanyak 67 unit rumah dan lima hektare persawahan.

Ada juga kawasan terdampak banjir yang berada di Dusun IV A sebanyak 150 rumah, enam hektare persawahan, Dusun IV B sebanyak 50 rumah dengan lima hektare persawahan, Dusun V sebanyak 190 rumah dan tiga hektare persawahan, Dusun VI sebanyak 175 rumah dan lima hektare persawahan, Desa Sudimulio 40 rumah, katanya.

Selain itu, Desa Harapan Maju Kecamatan Sei Lepan 20 rumah, Dusun Sukabeno Kecamatan Stabat dan tiga rumah yang beraad di bantaran sungai Wampu Kecamatan Stabat. "BPBD juga sudah melakukan berbagai pembersihan termasuk menimbun tanggul yang bocor bersama dengan masyarakat sekitarnya, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan terjadi," katanya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA