Kamis, 18 Ramadhan 1440 / 23 Mei 2019

Kamis, 18 Ramadhan 1440 / 23 Mei 2019

8 Desa Kesulitan Air Bersih di Pekalongan

Rabu 12 Sep 2018 22:51 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Korban kekeringan berebut bantuan air bersih, Desa Sirnajati, Kec. Cibarusah. Rabu (22/8).

Korban kekeringan berebut bantuan air bersih, Desa Sirnajati, Kec. Cibarusah. Rabu (22/8).

Foto: Republika/Afrizal Rosikhul Ilmi
Saat ini sumber-sumber air di sungai, sumur, maupun mata air telah mengering.

REPUBLIKA.CO.ID, PEKALONGAN  --  Sebanyak delapan desa di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, kini mulai kesulitan air bersih. Hal ini akibat musim kemarau yang relatif cukup panjang melanda di daerah itu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan Bambang Sujatmiko di Pekalongan, Rabu (12/9) mengatakan bahwa saat ini sumber-sumber air di sungai, sumur, maupun mata air lainnya di wilayah tersebut kering. Jika pun ada sisa airnya sudah tidak layak dikonsumsi.

"Kekeringan yang melanda daerah ini kian meluas sehingga warga yang berada di delapan desa itu kini kesulitan mendapatkan air bersih. Jangankan untuk kebutuhan minum, mandi saja airnya sudah tidak layak," katanya.

Delapan desa terdampak kekeringan tersebut yaitu Kesesi, Ujungnegoro Kecamatan Kesesi, Desa Sawangan Kecamatan Doro, Galangpengampon, Desa Legokgunung Kecamatan Wonopringgo, Luragung Kecamatan Kandangserang, Rowocacing Kecamatan Kedungwuni, dan Desa Pegadon Kecamatan Karangdadap. "Hingga saat ini ribuan warga kesulitan mendapat air bersih akibat kemarau panjang yang terjadi beberapa bulan terakhir ini," katanya.

Ia mengatakan pemkab telah melakukan droping air bersih di beberapa desa terdampak kekeringan tersebut agar warga bisa terbantu untuk mendapatkan air bersih. Selain menyalurkan bantuan air bersih, kata dia, pemkab juga membangun beberapa tandon air di wilayah terdampak kekeringan untuk mempermudah warga mendapatkan air bersih.

"Kita menaruh tandon berisi air bersih di beberapa titik lokasi terdampak kekeringan agar masyarakat mudah mendapat air bersih," katanya.

Merujuk pada prediksi dari BMKG, kata dia, kemungkinan kekeringan ini berpotensi meluas mengingat kemarau masih akan terjadi hingga Oktober 2018. "Oleh karena, kami mengimbau kepada masyarakat agar dapat menghemat penggunaan air bersih. Kemudian apabila warga kesulitan mendapat air bersih segera melapor pada BPBD agar segera mendapat bantuan," katanya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA