Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Silek Arts Festival 2018 Bisa Tambah Penilaian dari UNESCO

Sabtu 08 Sep 2018 08:37 WIB

Red: Muhammad Hafil

Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid (ketiga dari kiri) dan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno (ketiga dari kanan) saat membuka Silek Arts Festival 2018 di Taman Budaya Sumbar Kota Padang.

Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid (ketiga dari kiri) dan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno (ketiga dari kanan) saat membuka Silek Arts Festival 2018 di Taman Budaya Sumbar Kota Padang.

Foto: Muhammad Hafil
Pencak silat sebagai warisan budaya tak benda dunia sudah didaftarkan tahun lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pagelaran Silek Minang Arts Festival 2018 bisa menambah penilaian pencak silat yang didaftarkan oleh pemerintah sebagai Warisan Dunia Budaya tak Benda (WBTB) yang telah didaftarkan ke UNESCO. Karena, pagelaran ini akan dilaporkan ke UNESCO untuk menjadi bahan penilaian.

“Ya, tentu bisa menambah penilaian. Kita ingin menunjukkan bahwa silat memang lestari. Contohnya untuk silek (silat) Minangkabau ini. Di Sumatra Barat ada ratusan sasaran (perguruan silat). Yang pasti, apapun yang kita lakukan di sini akan kita bawa (ke UNESCO),” kata Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid usai acara pembukaan Silek Arts Festival 2018 di Taman Budaya Sumatra Barat, Kota Padang, Jumat (7/9) malam.

Menurut Hilmar, pencak silat sebagai WBTB sudah didaftarkan pada tahun lalu. Adapun penilaiannya mencakpu asal usul tentang pencak silat, pelestarian pencak silat, dan bagaimana silat bisa hidup dan lestari di Indonesia. “Misalnya, ada tidak anggaran pemerintah ke sana (pembinaan pencak silat). Peluang diakuinya pencak silat sebagai WBTB sangat besar, “ kata Hilmar.

Menurutnya, jika nanti pencak silat diakui sebagai warisan dunia, maka berdasarkan bukti-bukti dan perkembangan pencak silat di Indonesia, UNESCO akan menarasikan silat sebagai bela diri yang berasal dari Indonesia. “Saya kira ini tak terbantahkan. Karena silat tak hanya mengajarkan soal fisik tetapi juga soal pendidikan karakter,” kata Hilmar.

photo
Penampilan tari piring yang terinspirasi silat minang pada Silek Arts Festival 2018.



Silek Arts Festival 2018 yang didukung oleh program Indonesiana Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud dikembangkan sebagai sebuah kegiatan berskala internasional . Kegiatan ini melibatkan para pelaku dan pengembang Silek tak hanya dari kabupaten dan kota di Sumatra Barat serta peserta dari provinsi lain di Indonesia, namun juga para peserta dari luar negeri.

Dengan demikian diharapkan terbangun keragaman, interaksi dan pertukaran nilai yang saling menghargai. Rangkaian kegiatan dalam Silek Arts Festival dilaksanakan selama 3 bulan berturut-turut dengan acara pembukaan pada 7 September 2018 di Kota Padang dan acara penutupan pada 30 November 2018 di Kota Bukittinggi. Festival yang dijadwalkan akan berlangsung di delapan kabupaten dan kota di Sumatera Barat

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA