Saturday, 18 Jumadil Akhir 1440 / 23 February 2019

Saturday, 18 Jumadil Akhir 1440 / 23 February 2019

Jamaah Haji Kloter Pertama Sleman Tiba di Tanah Air

Senin 03 Sep 2018 18:04 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Yusuf Assidiq

Jamaah Haji

Jamaah Haji

Para jamaah haji diharapkan konsisten dalam beribadah.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Jamaah haji kloter 21 SOC yang merupakan kloter pertama Kabupaten Sleman, DIY, akhirnya tiba di Indonesia. Jamaah haji yang mendarat di Embarkasi Surakarta disambut Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, di Asrama Haji Donohudan.

Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Sleman, Iriansya menjelaskan, jamaah haji asal Sleman yang berangkat ke Tanah Suci sebanyak 1.219 orang. Jamaah haji terbagi menjadi empat kelompok terbang (kloter).

Ada kloter 21 SOC sebanyak 359 orang, kloter 25 SOC sebanyak 360 orang, kloter 26 SOC sebanyak 358 orang, dan kloter 27 SOC 144 orang. Terdapat sejumlah berita duka cita dari rombongan Kabupaten Sleman tahun ini.

Tiga hari sebelum pulang ke Tanah Air, jamaah haji dari kloter 21 SOC atas nama Paimin Hardja Pawira (74) asal Desa Sumberharjo Kecamatan Prambanan meninggal dunia di Tanah Suci.

Selain itu, sebelumnya satu jamaah haji atas nama Soejatmin Siswo Taruno (86) asal Desa Sidoarum Kecamatan Godean dari kloter 26 SOC juga meninggal dunia. Soejatmin berpulang pada 1 Agusus 2018 di Tanah Suci.

"Total jamaah haji asal Sleman yang meninggal dunia di Tanah Suci ada dua orang," kata Iriansya, Senin (3/9).

Bupati Sleman, Sri Purnomo, yang menerima kepulangan jamaah haji kloter 21 SOC di Masjid Agung Wahidin Soedirohoesodo berharap, para jamaah haji konsisten dalam beribadah. Kualitasnya harus sebaik saat berada di Tanah Suci.

Ia mengingatkan, ketaatan kepada Allah SWT tidak cuma dilakukan saat berada di Baitullah. Namun, harus bisa dilanjutkan setelah pulang ke Tanah Air dan di tengah-tengah keluarga masing-masing.

"Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama tetap konsisten dalam ketaatan, istiqomah yang menjadi kunci keberuntungan untuk hari akhir," ujar Sri.

Sri menerangkan, gelar haji yang disandang seharusnya menjadi panutan bagi masyarakat sekitar setibanya pulang ke Tanah Air. Artinya, setibanya di rumah harus selalu ingat gelar haji merupakan orang yang dipandang masyarakat.

Baik dalam beribadah, maupun dalam sikap perilaku sosial di tengah-tengah masyarakat. Ia menilai, salah satu perbuatan yang bisa dicontoh tidak lain memakmurkan masjid-masjid sekitaran tempat tinggal.

"Memakmurkan masjid di sekitar tempat tinggal, menghidupkan shalat berjamaah di masjid," kata Sri.

Pada kesempatan itu, bupati turut memberikan apresiasi kepada para pembimbing haji, petugas haji, dan pihak-pihak yang telah memberikan banyak kontribusi terhadap pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

Setelah kloter 21 SOC, pemulangan jamaah haji asal  Sleman telah direncanakan untuk kloter 25 SOC yang akan berlangsung pada Selasa (4/9). Sedangkan, kloter 26 dan 27 SOC rencananya akan tiba pada Rabu (5/9).

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA