Tuesday, 15 Muharram 1440 / 25 September 2018

Tuesday, 15 Muharram 1440 / 25 September 2018

Yogyakarta Promosikan Pendewasaan Usia Perkawinan

Ahad 19 August 2018 10:04 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Nur Aini

Menikah.   (ilustrasi)

Menikah. (ilustrasi)

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Perkawinan anak memiliki risiko buruk bagi pelakunya.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pemkot Yogyakarta melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Yogyakarta meluncurkan Gerakan Orang Tua Sehabat Remaja (Go Sahaja). Peluncuran program tersebut sekaligus mendeklarasikan Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP).

Plt Kepala DPPKB Kota Yogyakarta, Eny Retnowati mengatakan remaja merupakan momen penting bagi generasi masa depan bangsa. Karenanya, memastikan mereka mendapatkan hak-haknya sebagai remaja merupakan tugas penting bagi seluruh elemen masyarakat.

Namun, pemahaman itu sulit diberikan jika keakraban orang tua dan remaja sulit dibangun. Melalui Go Sahaja, keakraban orang tua dan remaja yang selama ini sulit terlaksana dinilai dapat terwujud.

Menurut Eny, Go Sahaja dimaksudkan memperkuat kembali ikatan dalam keluarga, meningkatkan pemahaman akan arti pentingnya keluarga. Hal itu terutama, sebagai tatanan kehidupan sosial paling kecil dan paling penting yaitu membangun karakter bangsa.

Selain itu, Eny menilai, minimnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi, disinyalir menjadi penyebab terjadinya kasus pernikahan dini yang diakibatkan kehamilan tidak diinginkan. Ia menilai pernikahan anak lebih berdampak buruk, jika dikaitkan risiko kesehatan reproduksi, khususnya bagi perempuan. Hal itu misalnya, komplikasi persalinan, pendarahan, sampai meningkatnya risiko terkena kanker serviks.

Sedangkan, risiko pada bayi yang dilahirkan seperti berat bayi lahir rendah (BBLR) dan stunting. Menurut Eny, pernikahan anak membawa risiko sosial dan psikologis yang dihadapi pelakunya yaitu rentan terjadinya kasus KDRT.

Bahkan, berakhir dengan perceraian dini, turunnya angka partisipasi sekolah dan meningkatnya angka kemiskinan. Ia berharap, Go Sahaja mampu mengembalikan keluarga kepada fungsinya sebagai pelindung, pengayom, dan pendidik keluarga.

"Peluncuran Go Sahaja dan Deklarasi PUP ini bertujuan meningkatkan komitmen kepada pemangku kepentingan di RW 1 Jlagran terhadap upaya Pemkot Yogyakarta dalam Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP)," ujar Eny.

Eny menekankan, peluncuran Go Sahaja dan Deklarasi PUP jadi tindak lanjut deklarasi yang telah dicanangkan seluruh kecamatan di Kota Yogyakarta tahun lalu. Deklarasi diinisiasi Badan Pemberdayaan dan Masyarakat (BPPM) DIY.

"Serta, deklarasi serupa di Kota Yogyakarta pada 2018 yang diinisiasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Yogyakarta," kata Eny.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Simulasi Transportasi Asian Para Games 2018

Selasa , 25 September 2018, 12:22 WIB