Minggu, 18 Zulqaidah 1440 / 21 Juli 2019

Minggu, 18 Zulqaidah 1440 / 21 Juli 2019

Kekeringan di Sukabumi Meluas ke 18 Kecamatan

Selasa 14 Agu 2018 09:54 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Dwi Murdaningsih

BPBD Sukabumi menyaurkan air bersih untuk warga yang dilanda kekeringan, Selasa (31/7).

BPBD Sukabumi menyaurkan air bersih untuk warga yang dilanda kekeringan, Selasa (31/7).

Foto: Riga Nurul Iman/REPUBLIKA
Sukabumi darurat kekeringan.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat terus meluas. Hingga pertengahan Agustus 2018 jumlah daerah yang kekeringan bertambah menjadi 18 kecamatan.

Padahal di akhir Juli 2018 jumlah kecamatan yang terdampak kekeringan baru sejumlah 12 kecamatan. Hal ini menyebabkan Pemerintah Kabupaten Sukabumi menetapkan status siaga darurat kekeringan.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menyebutkan, siaga darurat kekeringan ini mulai berlaku sejak 6 Agustus hingga 31 Oktober 2018 mendatang.

''Data terakhir jumlah wilayah yang melaporkan dampak kekeringan bertambah menjadi 18 kecamatan,'' ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi, Maman Suherman Selasa (14/8). Daerah yang terdampak kekeringan ini tersebar baik di utara maupun selatan Sukabumi.

Daerah terdampak kekeringan yakni Kecamatan Cikakak, Gunungguruh, Cibadak, Palabuhanratu, Warungkiara, Bantargadung, Cikembar, Gegerbitung, Simpenan, Kabandungan, Waluran, Lengkong, Parungkuda, Ciambar, Jampangtengah, Jampangkulon, dan Caringin. Wilayah yang terdampak kekeringan ini hampir menyamai pada 2017 lalu yang mencapai sebanyak 24 kecamatan.

Bertambahnya daerah terdampak kekeringan ini disikapi pemda dengan menetapkan status siaga darurat kekeringan. Penetapan status siaga darurat kekeringan ini mengacu pada warga yang mengeluhkan kesulitan air bersih. Selain itu ada wilayah yang areal pertaniannya kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.

Sejumlah wilayah tersebut kata Maman, ada yang sudah disalurkan air bersih melalui mobil tangki air maupun pemasangan pipa air. Upaya pemberian bantuan air ini dikoordinasikan sengan sejumlah instansi terkait seperti PDAM dan PMI.

Sementara untuk lahan pertanian yang mengalami kekeringan ditangani Dinas Pertanian. Khusus untuk pasokan air bersih ungkap Maman, menggunakan armada tangki air bersih berkapasitas lima ribu liter. Pembagian air tersebut dilakukan secara bergiliran.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi, Eka Widiaman menambahkan, BPBD sudah menyalurkan bantuan air bersih ke 10 kecamatan. ''Bantuan air ini untuk membantu warga yang kesulitan mendapatkan air bersih,'' kata dia.

Menurut Eka, bantuan diberikan secara bergantian kepada warga di sepuluh kecamatan. Nantinya pemberian bantuan air bersih bisa menjangkau 18 kecamatan yang terdampak kekeringan. Sehingga semua warga bisa mendapatkan pasokan air bersih secara merata.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA