Senin, 14 Muharram 1440 / 24 September 2018

Senin, 14 Muharram 1440 / 24 September 2018

Diduga Lecehkan Kiai Ma'ruf, Pria Ini Dilaporkan

Senin 13 Agustus 2018 16:59 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Teguh Firmansyah

Bakal capres-cawapres Pilpres 2019, Joko Widodo (kedua kiri) dan Ma'ruf Amin (kedua kanan), berbincang seusai menjalani tes kesehatan di RSPAD, Jakarta, Ahad (12/8).

Bakal capres-cawapres Pilpres 2019, Joko Widodo (kedua kiri) dan Ma'ruf Amin (kedua kanan), berbincang seusai menjalani tes kesehatan di RSPAD, Jakarta, Ahad (12/8).

Foto: Antara/Aprillio Akbar
Dugaan pelecahan ini membuat warga Nahdliyin tersinggung.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Sekelompok masyarakat dari Organisasi Masyarakat Nahdlatul Ulama (NU) mendatangi Polres Tasikmalaya Kota pada Senin (13/8). Kedatangan mereka dalam rangka melaporkan seorang pria yang diduga menghina Rais Aam PBNU Kiai Ma'ruf Amin di media sosial.

Perwakilan massa, Asep Rizal, menemukan adanya unggahan gambar dan kata dari pria berinisial DZS yang menghina Kiai Ma'ruf Amin pada Ahad (12/8) siang. Ia menilai, unggahan tersebut masuk kategori penghinaan bagi ulama.

"Saya merasa sakit hati, kok bisa-bisanya melakukan penghinaan pada ulama, saya merasa tersinggung juga sebagai warga Nahdliyin," katanya kepada wartawan.

Ia melaporkan DZS atas tindak pidana Pasal 27 Ayat 3 juncto Pasal 45 (3) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Kasus tersebut kini ditangani oleh Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota. "Kami serahkan kasus ini sepenuhnya kepada pihak kepolisian, Indonesia kan negeri hukum," ujarnya.

Baca juga,  Jokowi Gandeng Ma'ruf Amin Demi Kebinekaan.

Isu unggahan tersebut ialah gambar Kiai Ma'ruf Amin sedang mendorong mobil yang di dalamnya dikemudikan oleh Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri bersebelahan dengan Presiden Joko Widodo. Selain itu, ada pula kalimat yang menyatakan KH Ma'ruf Amin kerap tertukar sandal saat pergi ke masjid.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memilih Kiai Ma'ruf sebagai calon wakil presiden dibandingkan Mahfud MD. 

Presiden Jokowi menjelaskan, alasannya memilih Kiai Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden (cawapres). Menurutnya, Ma’ruf Amin merupakan sosok tepat yang memiliki latar belakang yang mumpuni. Selain sebagai tokoh agama, Ma'ruf juga pernah menjabat di berbagai posisi. 

"Beliau sebagai anggota DPRD, DPR RI, MPR RI, wantimpres, rais am PBNU, dan juga ketua MUI. Dalam kaitannya dengan kebinekaan, Profesor Ma'ruf Amin saat ini juga menjabat sebagai dewan pengarah BPIP," kata Jokowi dalam deklarasinya di Restoran Plataran Menteng, Jakarta, Kamis (9/8). 

Jokowi mengatakan, keputusan kembali mencalonkan diri sebagai calon presiden dan menggandeng Ma’ruf diambil setelah mendapatkan berbagai masukan. Jokowi mengaku mendengarkan saran dari para ulama, ketua umum partai, dan seluruh pengurus partai serta relawan pendukungnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: KPK Luncurkan Bus Antikorupsi

Senin , 24 September 2018, 16:00 WIB