Sabtu, 7 Zulhijjah 1439 / 18 Agustus 2018

Sabtu, 7 Zulhijjah 1439 / 18 Agustus 2018

Pertamina Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa

Sabtu 11 Agustus 2018 03:50 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Esthi Maharani

Korban bencana gempa bumi lombok  menunaikan ibadah salat di jumat di pengungsian, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/8).

Korban bencana gempa bumi lombok menunaikan ibadah salat di jumat di pengungsian, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/8).

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Pertamina juga memantau dan memastikan penyaluran BBM ke wilayah terdampak gempa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pertamina (Persero) terus memberikan beragam bantuan kepada korban gempa Lombok. Hingga Jumat (10/8) Pertamina telah menyalurkan bantuan bahan bakar minyak (BBM) sebanyak 9.400 liter, dengan  rincian 3.000 liter Dexlite dan 1.000 liter Pertalite untuk Lombok Timur serta 5.400 liter Dexlite untuk Lombok Utara.

Adapun untuk kebutuhan bahan bakar gas, Pertamina menyalurkan bantuan Bright Gas kemasan 50 Kg,  12 kg dan 5,5 Kg sebanyak 137 tabung.  Sebanyak 100 tabung disalurkan ke Lombok Utara dan 37 tabung disalurkan ke wilayah Lombok. Pertamina juga memberikan bantuan logistik berupa 2,2 ton beras dan mie instan senilai Rp 5 juta yang disalurkan pada Kamis, 9 Agustus 2018.

Bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Pertamina juga menyediakan air bersih bagi pengungsi. Untuk dropping air bersih ke posko Tanjung dan Pamenangan, Jumat 10 Agustus 2018  Pertamina akan menambah BBM solar industri sebanyak 5000 liter bagi operasional mobil tanki.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina Marketing Operation Region V, Rifky Rakhman Yusuf menjelaskan, Pertamina terus memberikan  beragam bantuan mengingat gempa yang terjadi di Lombok berbeda dengan gempa di daerah lain.  Sejak gempa utama pada Ahad (5/8) lalu,  masih terus terjadi gempa susulan dan diprediksi akan terus terjadi gempa  hingga sepekan ke depan.  Gempa susulan berkekuatan 6,2 SR masih terjadi pada Kamis (9/8) kemarin.

“Pertamina juga terus memantau dan memastikan penyaluran BBM ke wilayah terdampak gempa tidak terganggu dan tetap berjalan normal,” katanya.

Pertamina juga sangat memperhatikan kondisi psikologis para korban gempa,  sehingga menurunkan tim medis untuk membantu menjaga kesehatan dan mengatasi trauma  korban gempa.

Tim medis yang diturunkan Pertamina Bina Medika meliputi 2 orang dokter yakni dokter umum dan dokter specialis Psikiater serta didukung 2 orang Perawat dan 1 orang Apoteker.

Pertamina juga telah menggelar operasi pasar LPG 3 Kg di 3 lokasi yakni di kecamatan Pemenang, Tanjung, dan Gangga Kabupaten Lombok Utara.

Rifky menjelaskan sesuai ketentuan, Pertamina harus memastikan pasokan BBM dan gas tetap aman ke semua wilayah. “Operasi pasar itu adalah salah satu cara yang ditempuh Pertamina untuk menjaga ketersedian suplai dan harga tetap normal,” pungkasnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

REPUBLIKA TV

Brigjen Mohammad Iqbal

Sabtu , 18 Agustus 2018, 10:39 WIB