Sabtu, 7 Zulhijjah 1439 / 18 Agustus 2018

Sabtu, 7 Zulhijjah 1439 / 18 Agustus 2018

Kepala BMKG: Lombok Harus Segera Bangkit!

Jumat 10 Agustus 2018 22:16 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Andi Nur Aminah

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati

Foto: RepublikaTV/Fakhtar Khairon Lubis
Bencana alam adalah ujian dari Tuhan agar kehidupan menjadi lebih baik dan kuat

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengajak masyarakat NTB segera bangkit dari duka akibat gempa. Ajakan tersebut disampaikan Dwikorita saat mengunjungi sejumlah titik pengungsian di Pringgabaya, Lombok Timur, Jumat (10/8).

"Saya berharap masyarakat Lombok dan korban gempa dapat cepat pulih dan bangkit kembali serta mampu beraktivitas seperti semula. Lombok harus segera bangkit," ujarnya.

Bencana alam, menurut dia, merupakan ujian dari Tuhan agar kehidupan manusia menjadi lebih baik dan kuat, sehingga harus mampu melewati cobaan tersebut."Gempa bumi, longsor, tsunami, banjir bandang, gunung meletus dan lain sebagainya adalah salah satu ujian dari Tuhan. Saya yakin jika kita bisa melewati ujian dengan lapang dada, Insya Allah kita akan semakin ditinggikan derajatnya di hadapan Allah," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Dwikorita juga meminta seluruh korban bencana alam agar bersabar untuk menunggu upaya penanggulangan yang dilakukan pemerintah daerah dan pusat. Diketahui, gempa berkekuatan magnitudo 7,0 mengguncang Lombok pada Ahad (5/8) malam. Pusat gempa diketahui berada di 18 kilometer barat laut Lombok Timur atau pada lereng utara timur laut Gunung Rinjani, di kedalaman 15 kilometer.

Hingga Jumat (10/8), jumlah korban tewas mencapai 321 orang. Gempa juga menyebabkan 270.168 orang mengungsi. Mengenai gempa susulan, Dwikorita mengatakan bahwa kemungkinan masih akan terjadi hingga beberapa bulan ke depan dengan kecendrungan gempa yang semakin melemah secara fluktuatif.

"Kami tetap mengimbau agar warga tetap tenang namun waspada. BMKG secara terus menerus memantau perkembangan kegempaan ini selama 24 jam dan menginformasikannya kepada masyarakat," kata dia.

Hingga pukul 18.00 WITA, dia mengatakam tercatat telah terjadi 474 gempa susulan dengan jumlah yang dirasakan sebanyak 20 gempa. Gempa terakhir dirasakan pada jam 04.33 WITA, sebesar magnitudo 4,8 SR. Kedalamannya10 KM dengan pusat gempa 8,44 Lintang Selatan dan 116,50 Bujur Timur (10 KM Barat Laut Lombok Timur, NTB).

"Dirasakan di Mataram dan Lombok Timur sebesar 1 SIG BMKG ( II MMI). Yang artinya getaran dirasakan oleh beberapa orang sementara benda-benda ringan yang digantung akan bergoyang," ungkapnya.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES