Sabtu, 7 Zulhijjah 1439 / 18 Agustus 2018

Sabtu, 7 Zulhijjah 1439 / 18 Agustus 2018

Masjid Usia 300 Tahun Ini Tetap Kokoh Diterpa Gempa Lombok

Sabtu 11 Agustus 2018 03:03 WIB

Red: Didi Purwadi

Kompleks Masjid Bayan Beleq di Bayan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kompleks Masjid Bayan Beleq di Bayan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Foto: Republika/Tahta Aidilla
Masjid Kuno Bayan masuk situs bersejarah karena berdiri pada abad ke-17.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Masjid Kuno Bayan di Kampung Adat Bayan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), tetap berdiri tegak meski diguncang gempa dengan kekuatan 7 Skala Richter (SR) dan susulan 6,2 SR. Masjid berusia 300 tahun yang berjarak 80 kilometer dari ibukota Provinsi NTB ini sama sekali tidak mengalami kerusakan berarti.

Hanya pagar tembok terlihat berserakan dihempas gelombang gempa yang berlangsung terus menerus. Masjid yang berdindingkan bambu dan beratapkan kerangka bambu dan ditutup injuk serta berpondasikan batu itu terlihat masih berdiri kokoh di atas gundukan bukit kecil.

Rumah adat di Kampung Adat Bayan juga tidak mengalami kerusakkan. Seperti di Bayan Barat yang terdiri tiga lumbung padi dan 2 bruga (pendopo).

Warga kampung adat juga tetap menghuni rumahnya yang terbuat dari bambu serta beratapkan ilalang. ''Alhamdulillah tidak ada yang rusak," kata Raden Kertamaji, penjaga rumah adat kepada Antara.

Kerusakan hanya pada pagar tembok yang membatasi dengan jalan raya saja. ''Ini pagar tembok sedang dibersihkan,'' katanya.

Masjid kuno Bayan itu telah masuk bagian dari situs bersejarah karena berdiri pada abad ke-17. Saat ini diperkirakan usianya telah lebih dari 300 tahun.

Kecamatan Bayan adalah salah satu gerbang masuknya Islam di Pulau Lombok. Di kecamatan ini, Islam pertama kali diperkenalkan dan Masjid Bayan Beleq merupakan masjid pertama yang berdiri di pulau tersebut. Masjid kuno Bayan dihormati oleh pemeluk Agama Islam Wetu Telu.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

REPUBLIKA TV

Brigjen Mohammad Iqbal

Sabtu , 18 Agustus 2018, 10:39 WIB