Senin, 9 Zulhijjah 1439 / 20 Agustus 2018

Senin, 9 Zulhijjah 1439 / 20 Agustus 2018

Komunitas Ingin Kembalikan Bengkuang sebagai Ikon Padang

Jumat 10 Agustus 2018 16:48 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Dwi Murdaningsih

Komunitas Padang Kota Bengkuang membagikan sedikitnya 9 ribu porsi rujak berbahan dasar buah bengkuang kepada masyarakat umum, Jumat (10/8). Tujuannya, memopulerkan dan mengembalikan lagi bengkuang sebagai ikon Kota Padang, Sumatra Barat.

Komunitas Padang Kota Bengkuang membagikan sedikitnya 9 ribu porsi rujak berbahan dasar buah bengkuang kepada masyarakat umum, Jumat (10/8). Tujuannya, memopulerkan dan mengembalikan lagi bengkuang sebagai ikon Kota Padang, Sumatra Barat.

Foto: republika/sapto
Sebanyak 9 ribu rujak bengkuang dibagikan di tiga titik di Kota Padang.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG - Komunitas Padang Kota Bengkuang membagikan sedikitnya 9 ribu porsi rujak berbahan dasar buah bengkuang kepada masyarakat umum, Jumat (10/8). Tujuannya, memopulerkan dan mengembalikan lagi bengkuang sebagai ikon Kota Padang, Sumatra Barat.

Inisiator Komunitas Padang Kota Bengkuang, Azmal, menilai bahwa buah bengkuang sendiri tak lagi menjadi ikon bagi Kota Padang saat ini, melainkan sekadar slogan. Apalagi jumlah petani bengkuang dan produksi buah bengkuang semain merosot.

"Saya ingin mengembalikan maskotnya, karena Padang maskotnya Kota Bengkuang. Namun sekarang sudah terabaikan," kata Azmal, Jumat (10/8).

Sebanyak 9 ribu rujak bengkuang dibagikan di tiga titik di Kota Padang hari ini, yakni Masjid Raya Sumbar, Masjid Al Azhar Air Tawar, dan Masjid Baiturahma Tabing. Azmal menargetkan, aksi mereka hari ini bisa menggerakkan Pemda untuk menggodok Peraturan Daerah (Perda) tentang penetapan peringatan 'hari bengkuang'.

"Kami menginginkan adanya keluarnya perda, perda itu berisikan adanya memperingati hari bengkuang. Dan di dalam perda itu nanti dibunyikan adanya keperpihakan kepada petani bengkuang," katanya.

Ia berharap, adanya 'Hari Bengkuang' bisa meningkatkan keberpihakan Pemda kepada petani, termasuk dengan menyalurkan bantuan bibit bengkuang, pupuk, serta pemasaran bengkuang. Ia mengingatkan, minimnya produktivitas bengkuang saat ini disebabkan banyaknya petani yang beralih ke jenis tanaman lain.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES