Sunday, 19 Jumadil Akhir 1440 / 24 February 2019

Sunday, 19 Jumadil Akhir 1440 / 24 February 2019

Pemkot Surabaya akan Bangun Sekolah Dasar di Lombok Timur

Kamis 09 Aug 2018 11:35 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Esthi Maharani

Sejumlah korban gempa bumi berada di tenda pengungsian SDN 1 Obel-Obel, Kecamatan Sambelia, Selong, NTB, Senin (30/7). Pengungsi korban gempa bumi Lombok yang berada di posko pengungsian kecamatan Sembalun dan Sambelia mengatakan membutuhkan makanan siap saji, obat-obatan dan selimut.

Sejumlah korban gempa bumi berada di tenda pengungsian SDN 1 Obel-Obel, Kecamatan Sambelia, Selong, NTB, Senin (30/7). Pengungsi korban gempa bumi Lombok yang berada di posko pengungsian kecamatan Sembalun dan Sambelia mengatakan membutuhkan makanan siap saji, obat-obatan dan selimut.

Foto: Ahmad Subaidi/Antara
Uang yang terkumpul digunakan untuk perbaikan bangunan sekolah SDN Obel-Obel 1

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus menggalang dana untuk membantu para korban gempa Lombok. Uang yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk perbaikan bangunan sekolah SDN Obel-Obel 1, Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPB) dan Linmas Kota Surabaya Eddy Christijanto mengatakan, posko bantuan Pemkot Surabaya terus dibuka sampai dana yang dibutuhkan benar-benar tercukupi. “Hingga saat ini dana yang terkumpul sekitar Rp 700 juta,” ujar Eddy di Surabaya, Kamis (9/8).

Eddy mengungkapkan, untuk membangun sekolah yang rusak akibat gempa, biaya yang dibutuhkan sebesar Rp 837.208.000. “Biaya pembangunan sekolah disesuaikan dengan survei yang dilakukan Pemkot Surabaya beberapa waktu lalu,” kata Eddy.

Eddy menjelaskan alasan Pemkot Surabaya memprioritaskan SDN obel-obel 1 karena dipengaruhi beberapa faktor. Diantaranya, tingkat kerusakan bangunan, jumlah siswa terbanyak, dan lokasi sekolah yang terletak di lingkungan padat penduduk.

“Tingkat kerusakan di SDN Obel Obel 1 Lombok Timur meliputi Ruang Kelas 1-6, Ruang Penunjang (Perpustakaan, Ruang Guru, KM/WC) dan Perabotan Kelas (Meubeler),” kata Eddy.

Eddy melanjutkan, perbaikan sekolah SDN obel-obel 1 akan dilakukan secara total. Meskipun pihak Pemkab Lombok Barat menginginkan perbaikan sekolah disesuaikan dengan kemampuan Pemkot Surabaya dan tidak harus diperbaiki seluruhnya.

“Setidaknya upaya ini merangsang pihak lain untuk ikut membantu perbaikan fasilitas pendidikan,” ujar Eddy. 

Berdasarkan hasil koordinasi antara Pemkot Surabaya dan BPBD Provinsi NTB, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabulaten Lombok Timur, saat ini halaman SDN Obel-Obel 1 Lombok Timur digunakan sebagai lokasi penampungan warga. Sementara untuk kegiatan belajar mengajar sejak Kamis, 2 Agustus 2018 sudah mulai dilaksanakan di tenda-tenda pengungsian.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA