Sunday, 8 Zulhijjah 1439 / 19 August 2018

Sunday, 8 Zulhijjah 1439 / 19 August 2018

Satu Warga Dilaporkan Meninggal Dunia Akibat Gempa Solok

Sabtu 21 July 2018 16:58 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Andi Nur Aminah

Kondisi salah satu bangunan yang hancur akibat gempa (ilustrasi)

Kondisi salah satu bangunan yang hancur akibat gempa (ilustrasi)

Foto: dok. ACT
korban tertimpa reruntuhan dinding rumahnya yang terbuat dari hollow brick.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Gempa bumi yang mengguncang Sumatra Barat pada Sabtu (21/7) sore ternyata menimbulkan korban jiwa. Guncangan akibat gempa berkekuatan M 5,4 Skala Richter (SR) yang berpusat 15 kilometer (km) barat daya Kota Solok tersebut sempat merobohkan dinding rumah Bustami Buyuang (63 tahun). Akibatnya, warga Dusun Rawang Jorong Lubuak Selasih, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok tersebut dilaporkan meninggal dunia.

Wali Nagari Batang Barus Syamsul Azwar menjelaskan, korban tertimpa reruntuhan dinding rumahnya yang terbuat dari hollow brick saat sedang tidur siang. Rumah Bustami memang dilaporkan mengalami rusak parah. "Sekarang korban sedang dievakuasi warga ke RSUD Arosuka," jelas Syamsul, Sabtu (21/7).

Ia menambahkan, warga setempat sempat berupaya melakukan pertolongan namun nyawa Bustami tidak tertolong. Hingga saat ini pemerintah setempat belum melakukan pendataan berapa rumah warga yang rusak akibat gempa bumi sore ini.

Baca: Gempa 5,5 SR Guncang Padang, Warga Berhamburan

Gempa bumi yang termasuk tektonik dangkal ini dirasakan kuat di Kota Padang, Sumatra Barat. Pengunjung pusat perbelanjaan Plaza Andalas misalnya, berlarian menyelematkan diri sesaat setelah gempa terjadi. Jen (29 tahun), seorang warga Muaro Bungo, Provinsi Jambi juga mengaku merasakan getaran gempa.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Minangkabau merilis, gempa sore ini terjadi akibat aktivitas Zona Sesar Sumatra (Sumatra Fault Zone) pada segmen Sumani. Hasil analisis mekanisme sumber, lanjutnya, menunjukkan bahwa gempabumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis sesar geser mendatar (Strike Slip).

Dampak gempabumi berdasarkan Peta Tingkat Guncangan (Shakemap BMKG) menunjukkan bahwa guncangan dirasakan antara lain di daerah Kota Padang dan Painan pada rentang I-II Skala Intensitas Gempa Bumi atau tingkat II-V MMI. Sesuai dengan laporan dari masyarakat, gempabumi ini dirasakan di Gunungtalang pada tingkat II SIG BMKG (V MMI), Kota Padang II SIG BMKG (III-IV MMI), Bukittinggi II SIG BMKG (III MMI), Padang Panjang  dan Padang Pariaman I-II SIG BMKG (II-III MMI), dan Sawahlunto I SIG BMKG (II MMI). 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES