Sabtu, 8 Zulqaidah 1439 / 21 Juli 2018

Sabtu, 8 Zulqaidah 1439 / 21 Juli 2018

Pemulung Tertimbun Longsor Sampah di Malang

Kamis 12 Juli 2018 17:53 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Friska Yolanda

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang.

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang.

Foto: Republika/Wilda Fizriyani
Pencarian sempat dihentikan karena terjadi longsor di lokasi pencarian.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Seorang pemulung tertimpa longsor sampah di TPA Supit Urang, Kota Malang pada Rabu (11/7). Hingga Kamis (12/7), korban bernama Agus Sujarno belum juga ditemukan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, J Hartono menyatakan, sebanyak 200 orang dari berbagai lembaga telah diturunkan untuk menemukan tubuh korban. "Di lokasi seluruhnya banyak sekitar 200 dari Basarnas Surabaya, Kepolisian, relawan, BPBD dan Perkim. SAR Dog juga diturunkan," kata Hartono kepada Republika.co.id, Kamis (12/7).

Menurut Hartono, tim penyelamatan tiba di lokasi sekitar pukul 12.50 WIB. Setelah itu melakukan evaluasi lalu dilanjutkan pencarian tahap dua sekitar pukul 14.00 WIB. Namun sayangnya, hingga kini tim belum menemukan korban di antara tumpukan sampah yang tingginya mencapai 100 meter.

Hartono tak menampik, kondisi lapangan menjadi kendala pencarian korban. Hal ini lebih tepatnya pada kecuraman gunung sampah yang mencapai 70 derajat. Ditambah lagi, gas metan di lokasi cukup tinggi sehingga tim menambah kekuatan personil dari kelompok pemulung yang terbiasa bekerja. 

Sekitar pukul 14.50, Komandan Tim Basarnas Jawa Timur (Jatim), Satrio Nuridanto mengungkapkan, telah terjadi longsor saat tim berusaha mencari korban di salah satu tumpukan sampah. Karena longsor mencapai dua meter, tim pun terpaksa menghentikan pencarian karena dianggap berbahaya. "Kita tidak mungkin melakukan pencarian lagi, bahaya. Karena itu, kita terpaksa menghentikan pencarian ini lalu dilanjutkan evaluasi pada sore ini. Besok kita lanjutkan lagi," kata Satrio.

Agar tidak terulang kembali, Satrio menyatakan, telah bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang. Keduanya berusaha agar risiko longsor di bagian atas gunung sampah dapat diantisipasi. Upaya ini perlu dilakukan karena lokasi tersebut dekat dengan titik tim penyelamat. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA