Tuesday, 4 Zulqaidah 1439 / 17 July 2018

Tuesday, 4 Zulqaidah 1439 / 17 July 2018

Emil Janji Perhatikan Indramayu

Rabu 11 July 2018 22:52 WIB

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Andri Saubani

Calon Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil

Calon Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil

Foto: Republika TV/Fakhtar Khairon
Ridwan Kamil bersilaturahim dengan warga Indramayu pada Rabu.

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU – Gubernur Jawa Barat terpilih, Ridwan Kamil berjanji akan memperhatikan pembangunan di Kabupaten Indramayu. Sejumlah program pun telah direncanakan.

"Indramayu ada di saf paling depan," ujar pria yang biasa disapa Emil itu saat bersilaturahim bersama masyarakat pendukungnya, di salah satu hotel di Kabupaten Indramayu, Rabu (11/7).

Emil menyatakan, setelah nanti resmi dilantik sebagai orang nomor satu di Jawa Barat, dirinya akan segera menjalankan program yang sudah disiapkan. Tak hanya untuk Kabupaten Indramayu, namun juga untuk daerah-daerah lainnya di Jawa Barat.

Khusus untuk Kabupaten Indramayu, kata Emil, salah satu program yang sudah disiapkan adalah membangun pusat kreatif bagi para pemuda Indramayu untuk berkarya. Dia pun mengaku sudah membicarakan hal itu dengan pemerintah daerah Indramayu. Pusat kreatif itu akan dibangun di sebelah Islamic Centre Indramayu.

Tak hanya itu, Emil juga akan mengusulkan akses keluar jalan tol di wilayah kota Indramayu. Dengan demikian, perekonomian masyarakat Indramayu akan semakin bangkit.

Selama ini, exit pintu tol Cipali di Kabupaten Indramayu hanya ada di daerah Cikedung, yang berjarak puluhan kilometer dari pusat kota Indramayu. Lokasi tersebut dinilai tidak strategis sehingga masyarakat Indramayu tidak bisa merasakan dampak positif keberadaan tol yang melintasi daerah mereka.

Selain kedua rencana tersebut, Emil juga mempersilakan masyarakat Indramayu untuk menuliskan harapan mereka. Dia berjanji akan memperjuangkannya selama lima tahun ke depan.

"Silakan masyarakat rembugan maunya apa," tukas Emil.

Emil pun menyoroti kasus perdagangan perempuan di Indramayu. Untuk mencegah kasus tersebut, dia menilai, taraf perekonomian masyarakat harus meningkat. Pasalnya, masalah ekonomi masih menjadi faktor utama maraknya kasus perdagangan manusia.

Dengan teratasinya masalah utama yang mendorong terjadinya kasus itu, maka masyarakat, terutama kaum perempuan, akan meninggalkan kebiasaan menjadi buruh migran.

Sementara itu, dalam kesempatan sama, tokoh agama Indramayu, Satori mengungkapkan, kehadiran tol Cipali selama ini justru membuat perekonomian di pantura Indramayu jadi terpuruk. Tak sedikit rumah makan besar dan SPBU yang terpaksa tutup karena sepinya pengguna jalan yang melintas.

Masyarakat Indramamayu berharap agar gubernur terpilih bisa benar-benar memperjuangkan pintu tol keluar yang lebih mudah dijangkau di Indramayu. Dengan demikian, perekonomian masyarakat, terutama di jalur pantura Indramayu, bisa kembali bergairah.

"Jangan sampai hadirnya tol Cipali malah membuat masyarakat semakin susah," tandas Satori.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES