Kamis, 6 Zulqaidah 1439 / 19 Juli 2018

Kamis, 6 Zulqaidah 1439 / 19 Juli 2018

Harga Telur Melonjak di Aceh Timur

Selasa 10 Juli 2018 08:54 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Harga Telur Ayam Naik Kembali.

Harga Telur Ayam Naik Kembali.

Foto: Republika/ Wihdan
Harga terlur naik dari Rp 1.000 per butir menjadi Rp 1.500 per butir.

REPUBLIKA.CO.ID, IDI -- Harga telur ayam ras di pasaran di Kabupaten Aceh Timur, melonjak hingga 50 persen. Kenaikannya dari Rp 1.000 menjadi Rp 1.500 per butir. Lonjakan ini terjadi karena permintaan meningkat, sementara pasokan terbatas.

Mustafa, pedagang di Kota Idi, Ibukota Aceh Timur, Selasa (10/7) menyatakan, harga jual telur tersebut sebelum Idul Fitri Rp 1.000 per butir, tapi sekarang naik menjadi Rp 1.500 per butir. Ia mengatakan, meskipun harga telur ayam selama Ramadhan 1438 Hijriyah sempat mengalami kenaikan harga mencapai 30 persen atau Rp 1.300 per butir, tetapi menjelang Idul Fitri harga telur ayam turun Rp 1.000 per butir atau setara Rp 30 ribu per papan (isi 30 butir).

"Tapi setelah Idul Fitri hingga saat kenaikan telur ayam terus melonjak hingga mencapai Rp 1.500 per butir atau setara Rp 45 ribu per papan," terang Mustafa.

Baca: Harga Telur di Purwakarta Tembus Rp 30 Ribu per Kilogram

Dia mengatakan, kenaikan harga telur ayam di pasaran menyusul tingginya harga tawar dari distributor. Meskipun harga meningkat tajam di pasaran, Mustafa mengaku menghabiskan 20 hingga 30 papan telur ayam tiap hari. Baik dijual untuk sejumlah rumah makan atau pedagang eceran di kios-kios.

"Rata-rata telur ayam yang dipasok ke sejumlah titik di Aceh Timur adalah telur ayam dari luar Aceh, karena jika berpatokan stok telur ayam lokal sama sekali tidak cukup," urai Mustafa.

Sementara itu, beberapa ibu rumah tangga mengeluh dengan harga ayam yang terus mengalami kenaikan. Namun, meskipun mahal, para konsumen tetap membeli, karena sudah menjadi kebutuhan.

Nisak, warga Idi berharap pemerintah dapat mengontrol harga berbagai jenis pangan di pasaran. Sehingga masyarakat tidak terbebani dengan harga tawar yang dinilai tidak logis.

"Tidak mungkin dalam jangka waktu 25 hari kenaikan harga telur mencapai 50 persen dari harga sebelumnya. Kita minta pemerintah turun tangan," kata Muzakir, warga Peureulak, Aceh Timur.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Aceh Timur, Iskandar melalui Kabid Perdagangan, Nazarina, dihubungi wartawan mengakui bahwa telur ayam mengalami kenaikan harga di pasaran. "Kita belum cek harga jual telur ayam di pasaran hari ini, tapi hukum pasar biasanya ketika terjadi kenaikan harga distributor maka otomatis akan berpengaruh kepada harga jual di pasaran," tandas Nazarina.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA