Senin, 3 Rabiul Akhir 1440 / 10 Desember 2018

Senin, 3 Rabiul Akhir 1440 / 10 Desember 2018

Menlu Belanda Kunjungi Yayasan Lingkar Perdamaian

Rabu 04 Jul 2018 16:39 WIB

Red: Fernan Rahadi

 Menteri Luar Negeri Stephanus Abraham Blok mengunjungi Yayasan Lingkar Perdamaian bentukan kakak beradik mantan teroris, Ali Imron dan Ali Fauzi di Desa Tenggulung, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Rabu (4/7).

Menteri Luar Negeri Stephanus Abraham Blok mengunjungi Yayasan Lingkar Perdamaian bentukan kakak beradik mantan teroris, Ali Imron dan Ali Fauzi di Desa Tenggulung, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Rabu (4/7).

Foto: BNPT
Belanda merasa perlu belajar dari Indonesia terkait penanganan terorisme

REPUBLIKA.CO.ID, LAMONGAN -- Kerajaan Belanda baru-baru ini mengutus Menteri Luar Negeri Stephanus Abraham Blok untuk datang langsung ke Indonesia dan belajar deradikalisasi lunak. Itu terjadi saat Menlu Belanda mengunjungi Yayasan Lingkar Perdamaian bentukan kakak beradik mantan teroris, Ali Imron dan Ali Fauzi di Desa Tenggulung, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Rabu (4/7).

"Indonesia memiliki banyak pengalaman terkait penanganan terorisme karena beberapa kali mengalami serangan bom. Kami (Belanda) juga memiliki masalah sama dengan banyaknya warga kami pergi ke Suriah dan sekarang kembali pulang,” ujar Menlu Belanda Stephanus Abraham Blok di sela-sela kunjungan.

Setelah pulang, lanjut Menlu, para returness itu tentunya akan menjalani proses hukum. Tapi setelah menjalani hukuman, mereka harus akan kembali ke masyarakat. Selama ini, Belanda hanya fokus melakukan tindakan keras melalui hukum sehingga Belanda merasa perlu belajar dari Indonesia yang telah berhasil melakukan cara-cara lunak tersebut.

Menurut Blok, Belanda ingin para warganya yang pernah terpapar paham sesat itu nantinya bisa hidup normal. Selain itu, Belanda juga ingin mencegah mereka menyebarkan paham radikal terorismenya ke orang lain.

“Makanya kami kemari untuk melihat apa yang dicapai ustadz Ali Fauzi dengan sekolah dan yayasannya. Saya sangat terkesan karena seumur-umur tidak pernah membayangkan bisa berjabat tangan dengan banyak mantan teroris di sini. Ini luar biasa dan saya sangat mengapresiasi cara Indonesia memperlakukan mereka,” jelas Blok.

Dari pelajaran yang didapat ini, Blok menggambarkan bahwa pemerintah Belanda maupun Indonesia memiliki dua tugas penting. Pertama adalah bagian dimana mereka dihukum sesuai hukum yang berlaku, dan setelah itu bagaimana mereka mereka dikembalikan ke masyarakat dan diberi kesempatan kedua untuk menjalani hidup yang lebih baik.

Ia sadar pemerintah tidak bisa efektif melakukan penanganan terorisme hanya dengan lewat jalur hukum. Tapi ada cara yang lebih baik dan manusiawi dengan mendidik anak-anak mereka agar masa depannya lebih baik.

“Indonesia telah memberikan teladan kepada dunia, bagaimana melakukan cara-cara lunak dan berperikemanusiaan itu. Ini akan kami contoh dan kami terapkan di Belanda,” kata Blok merujuk pada Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA