Wednesday, 12 Rabiul Akhir 1440 / 19 December 2018

Wednesday, 12 Rabiul Akhir 1440 / 19 December 2018

BPBA: Karhutla Bertambah 10 Hektare di Aceh

Kamis 28 Jun 2018 23:10 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Ilustrasi Kebakaran Hutan

Ilustrasi Kebakaran Hutan

Foto: Antara
Karhutla terakhir di lahan dan kebun kelapa sawit masyarakat di Gampong Lawa Batu.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyebutkan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bertambah 10 hektare gambut di daerah pesisir barat selatan Aceh, akibat musim kemarau.

Kepala Pelaksana BPBA, Teuku Ahmad Dadek di Banda Aceh, Kamis (28/6) mengatakan, karhutla terakhir terjadi di lahan dan kebun kelapa sawit milik masyarakat di Gampong (desa) Lawa Batu, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya.

"Memang korban terdampak, nihil. Tapi korban material berupa 10 hektare lahan sawit yang menjadi dampak, sehingga total sudah 78 hektare karhutla di Aceh hingga kini," jelas dia.

Ia memastikan, tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nagan Raya, TNI/Polri, unsur terkait, dan warga setempat, telah memadamkan titik api tersebut.

Informasi masyarakat setempat mengaku, lahan yang menjadi mata pencarian sehari-hari warga lewat tanaman jenis kelapa sawit ini, mulai terbakar menjelang akhir pekan lalu.

Namun petugas di lapangan kesulitan dalam mendapatkan sumber air untuk memadamkan titik api. "Hingga laporan terakhir kami terima, tim masih dalam pemadaman," katanya.

BPBA mencatat, 78 hektare hutan dan lahan terbakar tersebar pada empat daerah di provinsi paling Barat di Indonesia itu, seperti Aceh Selatan sekitar 57 hektare.

"Lalu Aceh Barat dan Nagan Raya masing-masing 10 hektare, dan sisanya satu hektare terbakar di Aceh Besar," ucap Dadek.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya pernah mengatakan akan memperketat pengawasan di wilayah Aceh dan Kalimantan Selatan (Kalsel) demi mencegah terjadi kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut. "Saya memang harus hati-hati, sekarang berarti menjaga Aceh dan Kalsel. Selama ini saya hanya berpikir menjaga Riau dan Sumsel (Sumatera Selatan)," kata Siti.

"Sumsel memang kami sering jaga, Kalbar (Kalimantan Barat) juga kami jaga. Tapi di awal-awal Aceh sama Sumsel saya luput. Saya akan perhatikan," ujar Menteri Siti lagi.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES