Thursday, 16 Jumadil Akhir 1440 / 21 February 2019

Thursday, 16 Jumadil Akhir 1440 / 21 February 2019

Volcano Tour Merapi, Ikon Pariwisata Sleman

Selasa 26 Jun 2018 20:46 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Volcano Tour Merapi (ilustrasi)

Volcano Tour Merapi (ilustrasi)

Foto: .
Masalah keamanan dan keselamatan wisatawan tetap harus diutamakan.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Purnomo mengatakan Volcano Tour Merapi saat ini telah menjadi ikon pariwisata daerah ini yang banyak diminati wisatawan. "Kawasan yang terdampak erupsi besar Gunung Merapi pada 2010 tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan karena sampai saat ini kunjungan wisatawan di kawasan lereng Merapi masih cukup tinggi," kata Sri Purnomo, Selasa (26/7).

Menurut dia, tingginya minat wisatawan terhadap wisata Volcano Tour tersebut harus diimbangi dengan pelayanan dan keamanan wisatawan dengan lebih baik lagi. "Masalah keamanan dan keselamatan wisatawan tetap harus diutamakan, apalagi Gunung Merapi merupakan gunung api teraktif di dunia yang setiap saat bisa saja terjadi peningkatan aktivitasnya," katanya.

Ia mengatakan, wisata Volcano Tour yang menjadi favorit wisatawan adalah menyusuri kawasan terdampak erupsi dengan menggunakan jasa jip wisata. "Dengan tingginya minat wisatawan menggunakan jasa jip wisata Merapi, harus pula didukung kesadaran dari operator untuk menggutamakan keamanan dan keselamatan saat menyusuri kawasan-kawasan lereng Merapi. Prosedur standar untuk keamanan harus benar-benar dipatuhi semua operator atau pemandu," katanya.

Sri Purnomo mengatakan, jip wisata Volcano Tour Merapi bukan wisata offroad, tetapi wisata menyusuri kawasan yang terdampak erupsi Gunung Merapi 2010. "Wisatawan yang menggunakan jasa jip wisata ingin melihat keadaan kawasan-kawasan yang terdampak erupsi Merapi, bukan off roadnya, sehingga bukan sisi uji andrenalinnya yang ditonjolkan," katanya.

Menurut dia, karena wisatawan ingin menikmati kawasan terdampak erupsi Merapi, maka operator juga harus memberikan pelayanan tersebut. Bukan justru kebut-kebutan saat membawa wisatawan.

"Operator jangan seperti ugal-ugalan, atau malah justru balapan dengan sesama jip wisata, tetapi beri kenyamanan wisatawan dalam menikmati kawasan volcano tour," katanya.

Ia mengatakan, yang diharapkan wisatawan adalah kenyamanan dan keamanan. Oleh karena itu faktor keamanan dan kenyamanan harus dinomor satukan, termasuk penggunaan sabuk pengaman, juga penggunaan helm standar. "Jangan sampai operator jip hanya mengejar tarikan untuk mendapatkan uang yang banyak, agar faktor keamanan dan kenyamanan harus lebih diperhatikan," katanya.

Bupati menegaskan kendaraan jip yang dioperasikan untuk wisatawan di objek lava tour kalau dicek secara teliti tentu belum semua kelengkapannya ada. Termasuk surat-suratnya, juga kelengkapan operatornya misalnya SIM. "Oleh karena itu diharapkan agar kelengkapan kendaraan juga surat-suratnya dilengkapi," katanya.

 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA