Sabtu, 9 Rabiul Awwal 1440 / 17 November 2018

Sabtu, 9 Rabiul Awwal 1440 / 17 November 2018

Kepala Basarnas Belum Bisa Pastikan Temuan KM Sinar Bangun

Senin 25 Jun 2018 00:11 WIB

Rep: Issha Harruma/ Red: Andri Saubani

Tim SAR gabungan mengangkat perlengkapan selam saat pencarian korban tenggelamnya KM Sinar Bangun, di Danau Toba, Simalungun, Sumatera Utara, Ahad (24/6).

Tim SAR gabungan mengangkat perlengkapan selam saat pencarian korban tenggelamnya KM Sinar Bangun, di Danau Toba, Simalungun, Sumatera Utara, Ahad (24/6).

Foto: Antara/Irsan Mulyadi
KM Sinar Bangun karam pada Senin (18/6) lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, SIMALUNGUN -- Kepala Basarnas, M Syaugi, membenarkan perihal temuan objek diduga kapal di Danau Toba. Namun, dia mengaku pihaknya belum bisa memastikan jika bangkai kapal itu merupakan KM Sinar Bangun yang karam pada Senin (18/6) lalu.

"Kami masih mau proses apakah yang ada di dalam ini adalah KM Sinar Bangun atau enggak, kami belum tahu. Sudah kami kasih tanda pakai jangkar. Kami lanjutkan berdasarkan hasil analisis dan diskusi kami," kata Syaugi di Tigaras, Simalungun, Ahad (24/6)

In Picture: Pencarian Korban KM Sinar Bangun.

Syaugi mengatakan, objek tersebut merupakan hasil pemindaian multibeam echo sounder dan side scan sonar yang digunakan. Dia mengakui, berdasarkan bentuknya, objek tersebut memang menyerupai kapal. Namun, Syaugi kembali menegaskan, pihaknya belum dapat memastikan kapal itu merupakan KM Sinar Bangun.

"Mohon doanya. Kalau itu tidak betul, kita cari lagi. Saya belum lepas pakaian saya," ujar dia.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif PT Mahakarya Geo Survey Ikatan Alumni ITB (IAITB) Nanang Henky Suharto juga mengonfirmasi temuan objek diduga KM Sinar Bangun di Danau Toba ini. Namun, dia mengatakan, butuh konfirmasi visual untuk meyakinkan bahwa objek itu merupakan KM Sinar Bangun.

Konfirmasi visual ini dilakukan dengan penyelaman menggunakan remotely operated vehicle (ROV). Menurut dia, dibutuhkan ROV dengan spesifikasi yang lebih tinggi dibanding yang digunakan pada awal pencarian. Alat ini pun masih akan didatangkan dari Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.

"Koordinat itu sekitar 500 meter dari posisi yang diberikan aparat. Suspect ditemukan di kedalaman 450 meter," kata Henky kepada Republika, Ahad (24/6).

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES