Selasa, 4 Zulqaidah 1439 / 17 Juli 2018

Selasa, 4 Zulqaidah 1439 / 17 Juli 2018

Alat Pemindai Sonar Bisa Deteksi Benda Hingga Kedalaman 2 Km

Sabtu 23 Juni 2018 16:21 WIB

Rep: Issha Harruma/ Red: Ani Nursalikah

Tim SAR gabungan memasang antena GPS pendukung alat multibeam echosounder untuk pencarian KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba, Simalungun, Sumatera Utara, Sabtu (23/6).

Tim SAR gabungan memasang antena GPS pendukung alat multibeam echosounder untuk pencarian KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba, Simalungun, Sumatera Utara, Sabtu (23/6).

Foto: Antara/Irsan Mulyadi
Tim SAR gabungan menggunakan dua alat pemindai sonar untuk cari korban.

REPUBLIKA.CO.ID, SIMALUNGUN -- Memasuki hari keenam, dua alat multibeam side scan sonar diturunkan untuk mencari bangkai KM Sinar Bangun dan ratusan penumpangnya di Danau Toba. Alat kedua tiba pada Jumat malam (22/6).

Alat ini diklaim mampu mendeteksi benda hingga kedalaman 2.000 meter. Kepala Basarnas, M Syaugi mengatakan, alat multibeam side scan sonar yang baru didatangkan dari Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, memiliki kemampuan melebihi alat pertama. Alat yang sebelumnya dipakai hanya mampu mendeteksi hingga kedalaman 600 meter.

"Harapan saya dengan alat baru ini bisa melihat kapal itu di mana. Kalau kedalaman ini (Danau Toba) tidak lebih dari 2.000 meter, pasti bisa," kata Syaugi, Sabtu (23/6).

photo

Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Simalungun, Sumatera Utara, Sabtu (23/6).

Tak hanya mampu mencapai kedalaman hingga 2.000 meter, Syaugi menjelaskan, alat baru itu juga bisa mendeteksi keberadaan benda di samping kanan dan kiri yang berjarak maksimal 500 meter. Meski begitu, dia mengatakan, tim tetap menggunakan alat milik TNI Angkatan Laut dengan jarak deteksi 600 meter yang telah dipakai sebelumnya.

"Dengan menggunakan dua alat pemindai sonar ini, wilayah ini akan kami sapu. Karena alat ini sangat canggih," ujar dia.

Syaugi berharap kedalaman Danau Toba tidak melebihi dua kilometer sehingga alat tersebut dapat bekerja maksimal. Jika nantinya kedua pemindai sonar itu tetap tidak mampu mendeteksi keberadaan KM Sinar Bangun, maka ia akan kembali mengevaluasi tahap demi tahap yang dilakukan sejak hari pertama.

Baca juga: Lima Kapal Penyeberangan Besar akan Disiapkan di Danau Toba

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES