Friday, 8 Rabiul Awwal 1440 / 16 November 2018

Friday, 8 Rabiul Awwal 1440 / 16 November 2018

Gempa di Perairan Selatan tak Pengaruhi Aktivitas Merapi

Senin 18 Jun 2018 20:15 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Bilal Ramadhan

Warga mengamati puncak Gunung Merapi di pos pemantauan kawasan Bukit Klangon, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta

Warga mengamati puncak Gunung Merapi di pos pemantauan kawasan Bukit Klangon, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta

Foto: ANTARA/Hendra Nurdiyansyah
Meski berpusat di laut, energi gempa tak cukup untuk memicu tsunami

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Gempa bumi terjadi pada Ahad (7/6) kemarin sekitar pukul 21.52. Namun, gempa bumi itu dipastikan tidak mempengaruhi aktivitas di Gunung Merapi yang sampai saat ini statusnya memang masih berada pada level dua atau waspada.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisi (BMKG) mencatat, pusat gempa ada di 109,96 derajat bujur timur dan 8,75 derajat lintang selatan. Magnitudo 4,2 pada kedalaman 25 kilometer, berjarak 103 kilometer barat daya Kabupaten Bantul.

Untuk kondisi geologi daerah sekitar gempa bumi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menekankan, gempa terjadi di sekitaran DIY dan Jawa Tengah. Daerah itu umumnya tersusun dari batuan berumur tersier.

Ada batuan sedimen, batuan gunung api, batuan beku, batuan malihan dan bancuh, serta di utara disusun endapan berumur kuarter. Guncangan terasa lebih kuat pada batuan endapan kuarter dan tersier terlapukkan yang bersifat urai, lepas, belum kompak dan memperkuat efek getaran.

"Kejadan gempa disebabkan aktivitas zona subduksi yang terbentuk akibat penunjaman lempeng Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia,"tulis rilis yang diterima Republika.co.id pada Senin (18/6).

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menerangkan, gempa bumi hampir tidak dirasakan dan tidak ada laporan mengenai dampak dari guncangan gempa bumi. Gempa tidak berpengaruh kepada aktivitas Gunung Merapi walau sampai saat ini statusnya masih waspada.

Gempa tidak pula menyebabkan tsunami karena meski berpusat di laut, tapi energinya tidak cukup kuat untuk memicu tsunami. Meski begitu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dar pemerintah daerah dan BPBD.

Jangan terpancing isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami. "Masyarakat agar tetap waspada dengan gempa susulan yang diharapkan berkekuatan lebih kecil," ujarnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA