Selasa, 4 Zulqaidah 1439 / 17 Juli 2018

Selasa, 4 Zulqaidah 1439 / 17 Juli 2018

Kemacetan Parah Sukabumi Masih Berlanjut

Senin 18 Juni 2018 07:37 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Muhammad Hafil

Kemacetan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Sukabumi-Bogor tepatnya di sekitar Pasar.Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi Senin (23/1).

Kemacetan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Sukabumi-Bogor tepatnya di sekitar Pasar.Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi Senin (23/1).

Foto: Republika/Riga Nurul Iman
Jakarta-Sukabumi bisa mencapai 11 jam.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Kemacetan parah masih terjadi di kedua jalur Sukabumi-Bogor, Jawa Barat. Hingga Senin (18/6) pagi, kemacetan tetap di beberapa titik, terparah adalah Cibadak hingga Cicurug, Kabupaten Sukabumi yang mengular hingga sekitar 18 km.

Kemacetan juga mengarah ke jalur wisata Pelabuhan Ratu. Jalan alternatif Nagrak-Cibadak pun dipadati kendaraan di jalur masuk dan keluarnya. Menurut penuturan sejumlah warga, kemacetan pagi ini masih imbas kepadatan sejak akhir pekan lalu.

Warga Depok yang mudik ke Sukabumi, Irwan Hermawan hendak pulang Senin pagi namun kendaraannya masih tersendat di jalur alternatif Nagrak. Satu jam perjalanan dihabiskan di sini dan kemacetan masih harus dihadapi hingga belasan kilometer selanjutnya.

Ahad kemarin, warga Jakarta yang berlibur ke Sukabumi, Afticha Fauzana mengarungi perjalanan selama 11 jam hingga Cisaat, Sukabumi. Kemacetan terparah terjadi sejak Ciawi dan beberapa titik terparah Cicurug-Cibadak.

"Berangkat pukul 6.30 pagi, tiba pukul 17.10 sore, ini terparah. Sejak exit Tol Ciawi polisi sudah menawarkan puter balik lewat Bogor Kota, Tajur lebih lancar, katanya kalau lurus macetnya masih dua kilometer ikut jalur kemacetan ke Puncak," kata Afticha.

Perjalanan malam pun tidak mengurangi waktu tempuh di jalur ini. Kemacetan dari kawasan Segog, Cisaat sudah mulai terjadi menyambung Cibadak dan Cicurug. Warga Cicurug, Sri Herti Ningrum mengatakan macet parah tak putus hingga Cicurug, Cidahu pada tengah malam.

Waktu tempuh yang biasanya hanya sekitar dua jam dari Cisaat ke Cicurug menjadi hampir tiga kali lipat. Menurut pengamatan, kemacetan parah ini merupakan imbas dari banyaknya kendaraan arus balik dan berlibur ke tempat wisata, sempitnya jalan dan tidak tertibnya pengguna kendaraan.

Sebagian besar pengguna motor dan angkot menggunakan berbagai cara untuk lebih dulu menyelak antrian kendaraan. Akibatnya jalur sebaliknya tersendat karena berhadapan langsung dengan para penyelak.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES