Friday, 8 Syawwal 1439 / 22 June 2018

Friday, 8 Syawwal 1439 / 22 June 2018

Gajah Bunta Diduga Mati Diracun dengan Buah Kuweni

Rabu 13 June 2018 20:06 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Andri Saubani

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.

Foto: Dokumentasi Pribadi.
Gubernur Aceh menggelar sayembara menangkap pembunuh Gajah Bunta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kematian gajah bernama Bunta di Desa Bunin, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, beberapa hari lalu cukup menyita perhatian publik. Gajah tersebut mati dibunuh di area Conservation Response Unit (CRU).

Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar mengatakan, saat ini kasus tersebut sedang ditangani oleh Polres Aceh Timur bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh. Menurut dia, saat ini sedang berlangsung pengambilan sampel jantung, limpah, usus, dan ginjal untuk dicek ke laboratorium.

Selain itu, penyidik juga akan mengambil sisa patahan gading yang sebelah kiri, yaitu sepanjang 46 cm. Sementara itu, gading sebelah kanan masih utuh. Siti mengatakan, satu gading memiliki berat rata-rata 4 kg dengan harga Rp 8 juta per kilogram.

Diagnosis sementara menurut BKSDA Aceh adalah keracunan berdasarkan kerusakan dan perubahan di organ-organ usus. "Jadi, organ-organ ususnya mengalami pendarahan, terus jantung bengkak, paru-paru bengkak dan hati, ada cairan di rongga dada, cairannya keruh," ujar Siti menjelaskan kematian gajah tersebut, Rabu (13/6).

Selain itu, di dalam usus gajah ditemukan buah kuweni, sementara tak jauh dari lokasi matinya gajah ditemukan buah kuweni. Berdasarkan hal tersebut, lanjut Siti, pelaku diduga meracuni gajah tersebut menggunakan buah kuweni.

Kejadian tersebut, tutur Siti, membuat Gubernur Aceh Irwandi Yusuf sangat geram. Sehingga, Irwandi membuat sayembara bagi yang menemukan pelaku akan diberikan uang sebesar Rp 100 juta.

"Pak Gubernur sebel banget, makanya mendorong sekali untuk ketangkap," kata Siti.

Siti menjelaskan, di Aceh terdapat tujuh konservasi untuk gajah. Unit ini bertujuan mengatasi mitigasi konflik di beberapa wilayah Aceh, seperti Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie, dan Aceh Selatan. Pembiayaan dilakukan oleh para mitra.

Di Aceh, kata Siti, penyebaran gajah tersebar di 19 kabupaten dari 23 kabupaten/kota di Aceh. Penyebarannya terdapat di hutan konservasi sebesar 25 persen, hutan lindung dan produksi 55 persen. Sedangkan, sisanyadi area umum sehingga terkadang gajah-gajah tersebut masuk ke desa-desa.

"Jumlah populasi gajah di Aceh menurut surveri tahun 2017 dari BKSDA itu ada 539 ekor," ungkapnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Kroasia Bantai Argentina 3-0

Jumat , 22 June 2018, 08:42 WIB